Programmer Jenius adalah Mitos

Lutfi Dwica
Aug 9, 2017 · 2 min read
Photo source: google

Ketika anda melihat seorang programmer yang jago, pasti yang terlintas di pikiran: “Wah dia berbakat banget”, “Oh pantesan, dari lahir dia emang udah jenius kok”, “Wajar sih, dari kecil dia udah cerdas”, dll.

Saya heran, mengapa kita selalu menjunjung tinggi sebuah bakat/talenta daripada usaha (effort), meskipun kita tahu bahwa orang yang berbakat sekalipun, kalau kemampuannya tidak diasah, ya tetap saja akan tumpul. Right?

Untuk sukses menjadi programmer yang ahli, sebenarnya kita tidak perlu banyak bergantung pada bakat. Yang paling penting adalah sikap untuk terus menerus belajar, atau bahasa kerennya: Lifelong Learner.

Dulu banget, kita pasti pernah berpikir bisa melakukan segala hal: “Aku mau jadi Fullstack Developer”, “Aku ingin jadi Data Scientist”, “Aku pengen bisa ngoding web dan mobile”.

Namun kemudian anda menyadari, bahwa menjadi master dalam satu hal lebih masuk akal, daripada menjadi seorang amatir dalam berbagai hal.

“Ah tapi saya pernah melihat di media, ada anak yang masih belia namun sudah jago ngoding, bahkan sudah pernah beberapa kali merilis aplikasinya di playstore” — Pasti anda pernah berpikir begitu bukan? :) Padahal kalau kita telusuri, kebanyakan dari anak-anak yang anda anggap punya “bakat dari lahir” itu sebenarnya juga terbentuk dari orang-orang di sekitarnya dan tentu saja ada effort di balik itu semua.

Bakat memang memegang peranan penting dalam kecepatan untuk memahami suatu hal, namun anda tidak harus berkecil hati jika tidak mempunyai bakat, cukup imbangi dengan effort dua kali lipat.

Saya tahu memang bukan perkara mudah untuk menaikkan effort, apalagi sebanyak dua kali lipat, namun anda bisa memulainya dengan perlahan-lahan namun pasti, misalnya berkomitmen untuk minimal sehari sekali bisa push commit di github, atau belajar pemrograman/paradigma baru minimal 1 jam per hari.

Dan hal yang tak kalah penting dari effort adalah komunitas, kita sebagai manusia tidak bisa hidup sendiri kan? begitu juga programmer. Dengan bergabung di komunitas, anda akan berkumpul dengan orang-orang yang punya minat sama, tentunya juga bisa tanya-tanya seputar code yang anda buat, jadi anda akan bertumbuh bersama, hebat bukan? :)

Last but not least, saya harap setelah membaca tulisan ini, pikiran anda lebih terbuka, dan tidak langsung men-judge orang yang jago itu pasti jenius, namun anda juga bisa melihat hard effort-nya.


There’s absolutely no shame in learning at a different speed


Thank you for reading this post

You can get in touch with me via: Facebook or Github

Lutfi Dwica

Written by

Front-End Engineer, Startup Enthusiast, Lifelong Learner.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade