Prologue : Menulis (lagi), sebagai pengingat.
Halo, Assalamualaikum!
(oh it’s really hard to start writing!) (I don’t even know what to type right now)
Hm.
ok, mari mulai dengan memori tentang Pak Suadirman, Guru Bahasa Indonesia saya di SMA.
Pak Suardiman, suatu hari di kelas, pernah berpesan seperti ini :
“ikatlah ilmu dengan menulis, penulis yang baik lahir dari pembaca yang baik, tapi membaca juga harus di imbangi dengan menulis”
Saya, sebenarnya, sudah menulis di blog sejak 2009, sejak tahun kedua jadi mahasiswi. Tulisan di blog lama (blogspot pastinya) kebanyakan tentang curhat-curhatan, teman-teman saya, resensi buku di baca, beberapa catatan perjalanan dan selebihnya adalah renungan-renungan monolog dengan diri sendiri. Setelah di cek lagi, hanya ada 3 post dalam tahun ini dan post terakhir saya tulis pada bulan maret. Statistik yang buruk, karena berarti sudah 8 bulan saya tidak menulis (dan berpikir :)))!
Dan hari ini, akhirnya memutuskan untuk menulis lagi. Kenapa?
Pertama, karena sekarang setelah jadi mahasiswa master di Chalmers banyak pelajaran dan pengalaman baru yang ingin selalu di ingat. Instagram, rasanya, ga bisa menampung semua. Jadi, Semoga melalui tulisan, memori-memori ini menetap tidak hanya di hati, karena hati gampang berubah. (?)
Kedua, buat saya sendiri, menulis di Facebook memberikan perasaan berbeda. Ada rasa ingin di like :p atau ingin di komentarin dan blog juga memberikan perasaan ingin selalu ngecek statistiknya, dan khawatirnya, menjerumus kepada riya’. Jadi saya menggunakan Medium sebagai pengganti facebook atau blog, dengan harapan tulisannya bisa bermanfaat bagi yang baca tanpa menimbulkan perasaan ingin di puji atau di like buat saya. :p
ketiga, rasanya mungkin akan menyenangkan kalau kita bisa menyimpan memori seperti di komputer. Tinggal pilih file mana yang ingin di simpan di folder mana atau di delete sekalian. It will be so much easy for our life, isn’t it?
Tapi sayangnya ga bisa ya. Jadi, semoga menulis bisa jadi cara untuk menyimpan file-file berisi pemikiran ini biar ga jadi file yang ter-delete atau di tinggalkan begitu aja dan…. semoga bisa menggantikan fille-file yang ingin kita hapus dengan file yang berisi pemikiran-pemikiran baru.
Dan semoga, dengan menulis, ketika melihat tulisan lama di satu hari di masa depan, kita bisa mengingat orang yang seperti apa kita disaat sekarang.
Sudah banyak ya alasannya. Semoga jarak dari post pertama ini ke post selanjutnya ga sampe berhari-hari, atau berminggu-minggu :p
Gothenburg,
11 Oktober 2016 12:24
