KOLOM PIPIH

Kekuatan dan stabilitasnya

Sudah banyak yg menanyakan masalah struktur kolom pipih, apakah kuat dan stabil? Beberapa malah mengkhawatirkan terjadi buckling (tekukan), deflection (lendutan), atau bahkan inertia (puntiran).
Tentu tidak ada kewajiban bagi arsitek maupun pelaksana untuk dapat menghitung struktur sebuah bangunan, namun memahami logika struktur rasanya merupakan hal penting. Oleh karenanya, saya akan menjawab pertanyaan rekan2 tadi tidak menggunakan dasar perhitungan yg rumit, melainkan dg logika struktur sederhana (paling tidak sesuai pemahaman struktur saya selama ini, dan mohon dikoreksi jika ada yg menyimpang).
Gbr 1 ::
Kita potong karton bekas bungkus obat nyamuk atau pasta gigi (ukuran sembarang) sbg model kolom pipih, hingga membentuk formasi 4 buah kolom lepas (kolom yg berdiri sendiri) seperti terlihat pd gambar 1 (jepitan di bawah dianggap sempurna). Ambil ½ batu bata dan tumpangkan di atasnya (sbg model beban P). Apa yg terjadi? “Kolom” yg terbuat dari karton tidak kuat menahan beban batu bata.
Gbr 2 ::
Potong karton membentuk bidang segi empat tertutup seperti nampak pd gambar 2. Bidang segi empat tertutup ini sbg model kolom pipih dan rangkaian pasangan bata yg mengisi bidang antar kolom. Tumpangkan ½ batu bata tadi, ternyata bidang segi empat tertutup kuat menahan bata.
Kesimpulan yg bisa kita tarik dari percobaan ini:
1. Benar, kolom pipih rawan mengalami lendutan. Bagian tengah2 dari ketinggian kolom merupakan posisi paling lemah, akan melendut ke arah bidang pipih.
2. Bidang segi empat tertutup (rangkaian kolom pipih dan pasangan bata) kuat menahan beban, sebab:
- Seluruh permukaan bidang ikut menahan beban.
- Pasangan bata yg mengisi bidang antar kolom, berfungsi sbg BRACING (penguat) …..**temukan istilah bracing pd struktur baja.
Gbr 3 ::
Kolom yg kurus tinggi cenderung mudah melendut akibat beban dari atas.
Gbr 4 ::
Kolom yg pendek dan gemuk akan lebih kuat dan stabil menahan beban.
Berdasar Gbr 3 dan 4, kita ambil contoh kasus di proyek Cipayung:
Gbr 5 ::
- Galian pondasi dalamnya 120 cm di bawah muka tanah asli.
- Peil lantai 0.00 tingginya 100 cm di atas muka tanah asli.
- Jika floor to floor bangunan 350 cm, maka tinggi kolom total dari pondasi hingga balok lantai 2 mencapai 5 meter lebih. Kolom setebal batu bata dan setinggi 5 meter lebih seperti ini amat sangat kurus, rawan sekali melendut.
- Flooring setebal 7 cm, dan balok-balok praktis yg menghubungkan kolom struktur, mutlak diperlukan untuk memperpendek kolom (kolom di atas lantai s/d balok lantai 2 tingginya 310 cm, di bawah lantai s/d pondasi 220 cm). Pembesian flooring cukup dg besi diameter 6–20, balok praktis tul. 4x10 mm begel dia.8–20, campuran 1 : 3 : 5,.
- Bata dipasang mulai dari sloof hingga mentok ke balok lantai 2 (sesuai denah), akan menjadi bracing bagi kolom pipih tersebut.
Gbr 6 ::
Tulangan kolom pipih setebal bata sebelum dicor.
Gbr 7 ::
Pasangan bata di atas sloof (mengikuti denah) hingga batas flooring tetap harus diplester, walau tidak perlu rapi.
Gbr 8 ::
Flooring yg sudah dicor dan pasangan bata di atasnya sdh dikerjakan.
**Syarat dan ketentuan berlaku:
1. Bentang balok (jarak antar kolom) normal, maksimal 6 meter.
2. Floor to floor normal, sekitar 350–360 cm.
3. Tidak berlaku untuk kolom lepas (kolom yg berdiri sendiri tanpa ikatan bata yg membentuk bidang).
4. Tulangan kolom harus menggunakan besi ulir, minimal D13. Beton mutu K-250 (dapat dibuat scr site mix dg campuran 1 zaak semen 50 kg + pasir 5 pengki + split 5 pengki + additive).
5. Saat memlester, kolom diolesi lem beton semacam calbond dsb, camp. 1 pc : 3 psr

**Ada pendapat lain?

Tambahan:

kolom pipih muncul baru 3 dekade terakhir atas adanya keinginan untuk membuat dinding yang rata tanpa tonjolan kolom, sehingga ruangan bisa lebih “clear look”. Kolom pipih sebenarnya tidak ada masalah untuk digunakan, tapi harus diperbesar dimensinya,atau dengan kata lain tekanan per cm persegi nya diimbangi dgn memperpanjang dimensi kolom, kolom sejatinya berbentuk bujur sangkar untuk menciptakan daya dukung beban per cm persegi yanv merata. Jika misalnya kolom ukuran 30x30 dapat disubtitusi dgn kolom pipih ukuran 15 x 60 krn menghasilkan tumpuan beban dgn luasan yang sama yaitu 900cm2 tapi itupun dgn dibarengi dgn memperbesar ukuran besi tulangan.Kalau tadinya untuk kolom bujur sangkar dipakai besi ukuran 12mm maka untuk kolom pipih bisa digunakan besi diameter 13 ulir, dan juga jarak sengkang harus diperkecil atau dengan kata lain cincin/ring nya semakin banyak untuk menghindari kolom lendut. Demikian sedikit info dr saya, jadi jgn takut menggunakan kolom pipih. Asalkan diperkuat dengan perlakuab khusus tidak ada masalah,selamat mencoba.

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1045466975503346&set=pb.100001201618116.-2207520000.1462900146.&type=3&theater

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.