LANTAI KERJA UNTUK MEMBANTU 
KEKAKUAN STRUKTUR (KOLOM)

Kemarin telah kita posting ttg lantai kerja yg berfungsi sbg anti rayap:

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1162075933842449&set=a.155998747783511.48655.100001201618116&type=3&theater

Selain fungsi tsb, lantai kerja dapat pula difungsikan utk memperkuat/ menambah kekakuan struktur (kolom). Seperti telah sy ceritakan sebelumnya bahwa, lahan bagian belakang kita urug setinggi +170. Jika ketinggian floor to floor +350 cm, dan kolom yg dipakai jenis kolom pipih, dapat dibayangkan betapa langsing kolom ini yakni 170 + 350 = 520 cm. Dg tinggi kolom spt ini dan pipih setebal dinding, maka kolom akan rawan mengalami defleksi/ lendutan. Resiko lendutan ini pernah saya posting juga di:

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1045466975503346&set=pb.100001201618116.-2207520000.1462900146.&type=3&theater

Utk mengantisipasi hal ini, ketinggian kolom harus dikurangi (bisa juga ditambah ketebalannya, namun cara ini tidak kita pilih). Cara mengurangi ketinggian yg saya maksud yakni dg memperlakukan flooring (lantai kerja) berupa rabat beton utk mengikat kolom.

Gbr 1 ::
Pasangan bata yg telah diplester aci beserta tanah urugan berhenti pd posisi peil -0.12 (turun 12 cm dari +-0.00 lantai utama). Tebal 5 cm utk spare pasangan keramik, dan 7 cm utk ketebalan rabat beton. 
Nampak tulangan2 kolom dihubungkan oleh balok praktis BP. Stek kolom/ overlapping tulangan kolom tetap mengacu pd kaidah 40d (52 cm krn dimensi tulangan kolom D13). 
Gbr 2 ::
Rabat beton bertulang mulai dikerjakan. 
Lingkaran merah FD adalah posisi pipa buangan air kotor (floor drain) dan aphur closet. 
Lingkaran merah KP adalah tulangan kolom praktis utk sudut dinding, dipasang menerus mulai dari sloof. 
Lingkaran merah ST adalah tulangan stek tangga, dipasang mulai dari sloof di bawahnya, dan dicor setebal 15 cm hingga posisi ini. Dinding beton yg menyatu dg sloof ini berfungsi sbg pondasi tangga. 
Terlihat lingkaran merah BP, balok praktis utk mengikat kolom. Posisi pd pinggir dinding tetap dipasang BP, menumpang/ menutup pasangan bata agar rayap tidak dapat naik. 
Tulangan rabat beton ini cukup 1 lapis besi 6 mm dg jarak 25–30 cm utk lantai keramik, dan besi 8 mm jarak 20–25 cm utk lantai marmer atau granit. 
Gbr 3 ::
Ini adalah kunci kekuatan rabat beton bertulang termasuk balok praktisnya, yakni balok dan tulangan rabat menembus tulangan kolom hingga akan menyatu/ mengikat kolom dg sempurna (panah merah ke atas).
Nampak pula SK stek kolom dg panjang 40d/ 52 cm ( panah merah ke kiri).
Lingkaran merah menunjukkan tulangan yg dibelokkan ke bawah sktr 3 cm, utk persiapan lantai teras yg turun 2 cm terhadap lantai utama (cor rabat beton juga turun 3 cm).
Gbr 4 ::
Ini gambar rencana kolom di Cipayung yg direncanakan oleh konstruktor ber-SIPTB, sbg pembanding kolom di Jatiwaringin yg kami rencanakan sendiri.
Jarak kolom K2 dan K3 lingkaran merah adalah 795 cm (dibulatkan 8 meter). K3 berisi besi D13 sebanyak 12 batang. Sedangkan K2 berisi 10 batang (krn sejajar kolom ini terdapat kolom K2 lainnya dg jarak dekat).
Sementara kolom di Jatiwaringin (spt gbr 3) jarak kolom/ bentang balok 5 meter, kami isi dg 8 batang besi D13. 
Bentang 8 mtr isi 12 batang … versus …
bentang 5 mtr isi 8 batang. 
Masuk akal tidak?

Inilah yg saya maksudkan jika kita rajin menyimak gambar-gambar struktur pd pekerjaan rumah tinggal yg kita laksanakan. Pd saatnya, kita bisa merencanakan struktur beton sederhana dg aman.
Masih ragu/ takut?

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1162820587101317&set=a.1132712686778774.1073741846.100001201618116&type=3&theater

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.