Prinsip MK

Dwi Heriyanto
Aug 8, 2017 · 4 min read

“Prinsip MK itu apa sih paklik?”

Demikian pertanyaan rekan Peter Yogan Gandakusuma dalam sebuah komen di status seorang teman arsitek.

Hal ini menarik utk kita perbincangkan sebab, masalah-masalah yg berkaitan dg prinsip-prinsip (aturan) MK banyak kita temui dalam praktek konstruksi-arsitektur, dan secara langsung akan mempengaruhi kualitas.
MK (manajemen konstruksi) adalah konsultan pengawas, yang akan mengawal jalannya proyek utk mengendalikan 3 hal: Mutu, Waktu, dan Anggaran.

***utk sementara MK kita posisikan sbg pengawas, walau dalam sejarah awal munculnya MK, tugas utamanya bukanlah sekedar mengawasi. Kapan-kapan akan kita perbincangkan***

Utk dapat memahami bagaimana konsultan MK bekerja, kita umpamakan ada sebuah proyek dimana pihak yg terlibat adalah arsitek, pemborong, owner, dan MK. Selanjutnya perhatikan gambar (utk contoh sederhana, kita contohkan pekerjaan pintu P-4):
1. Setelah gambar pra desain disetujui owner, MK akan menginstruksikan kepada arsitek utk meningkatkan gambar menjadi Gambar For Tender. Gambar For Tender adalah gambar yg diperlukan calon pemborong utk membuat estimasi harga. Gambar ini belum terlalu detail, baru sebatas utk keperluan estimasi …….**gambar 1 dan 2 adalah contoh Gambar For Tender.
2. Disamping membuat gambar For Tender, arsitek harus melengkapi dg dokumen BQ (bill of quantity) yg berisi perincian pekerjaan beserta volumenya, agar hal-hal yg belum jelas dalam gambar, dapat dipertajam spesifikasinya dalam BQ. Gambar dan BQ menjadi satu kesatuan yg tidak terpisahkan, saling melengkapi dan saling mengikat ……**gambar 4 adalah contoh BQ.
3. Dalam kasus proyek yg lebih besar, biasanya dokumen tender dilengkapi dg RKS (rencana kerja dan syarat-syarat). Isi dari RKS (dalam kaitan dg pekerjaan pintu) berupa pasal-pasal utk mendukung gambar dan BQ, misalnya: 1.1. Kayu yg dipakai haruslah kayu kering dg kadar air maksimal 14%. 1.2. Kayu yg dipergunakan haruslah bebas mata kayu …..dst. Hal-hal seperti ini tidak mungkin dituangkan dalam gambar maupun BQ.
4. Setelah lewat proses tender ditentukan pemenangnya, maka MK akan segera menginstruksikan arsitek utk membuat Gambar For Construction (istilah lainnya adalah gambar DED). Gambar For-Con adalah gambar detail yg siap dilaksanakan. Gambar For-Con ini diserahkan kpd pemborong sebelum memulai pekerjaan. Gambar For-Con tidak boleh menyimpang/ berubah dari gambar For Tender. Utk memastikan itu, MK akan melakukan review gambar ………**gambar 3 adalah contoh Gambar For Construction (DED).

Bagaimana MK bekerja jika terjadi dispute (perselisihan) antara pihak-pihak yg terlibat dalam pelaksanaan?
Utk memudahkan pemahaman tentang pekerjaan MK, kita umpamakan ada kasus spt ini:
**Pada saat dimulai pekerjaan, gambar For-Con/ DED belum dibuat oleh arsitek karena alasan schedule (owner minta buru-buru dilaksanakan), dan BQ tidak dibuat, sehingga RAB lebih berdasarkan interpretasi pemborong. MK sendiri baru dipanggil setelah pekerjaan mulai berlangsung.
Kemudian saat gambar detail muncul, ternyata kusen menggunakan architrave, serta handle menggunakan merk Baldwin. Pemborong keberatan, sebab dalam gambar awal (gambar for tender) yg dipakai sbg dasar utk mengestimasi, tidak ada tanda-tanda penggunaan architrave dan tidak disebutkan handle merk tsb. Sementara arsitek bersikeras bahwa pintu harus dilaksanakan spt gambar detai yg baru saja ia buat**

Apa yg akan dilakukan oleh MK?
MK akan memposisikan diri di tengah menjadi “hakim”. Penyelesaiannya sbb:
1. Dalam gambar for tender tidak terdapat architrave dan handle Baldwin.
2. Permintaan (gambar detail) dari arsitek bisa dibenarkan, namun bisa pula disalahkan. Utk memastikan hal ini, MK akan bekerja menelusuri harga satuan pintu yg dibuat pemborong dalam RAB.
3. Misalkan utk item pintu, pemborong menawarkan dg harga Rp. 4.750.000,-
Maka MK akan merinci bagian-bagian pintu sbb: kusen, daun pintu, engsel, handle, silinder/ kunci, melamik, upah pasang, dan jasa konstruksi (keuntungan pemborong). Kemudian berdasarkan harga dari subkon (MK mencari di pasaran luar) didapatkan total harga Rp. 4.250.000,- , maka selisih Rp. 500.000,- bisa dianggap sbg jasa konstruksi/ keuntungan yg menjadi hak pemborong. Dalam hal seperti ini, maka pemborong berada pada posisi benar.
Jika arsitek masih bersikeras detailnya harus dilaksanakan, maka item architrave dan handle Baldwin harus dinyatakan sbg pekerjaan tambah. MK akan mengecek apakah masih tersedia dana contingency (dana cadangan yg disiapkan jika ada pekerjaan tambah kurang). Jika tidak ada dana cadangan, MK akan meminta persetujuan owner utk pekerjaan tambah ini. Bisa juga item pekerjaan lain dihilangkan atau diturunkan spec-nya utk menomboki architrave dan handle (arsitek harus tunduk pada keputusan MK).
Namun jika dalam RAB pemborong menawarkan item pintu dg harga 10 juta (misalnya), sementara jika ditambah architrave dan handle Baldwin harga total diketahui 9 juta, maka permintaan arsitek harus diikuti. Walau di gambar tidak disebut architrave dan Baldwin, namun secara harga penawaran masih masuk (cukup). Dalam hal ini pemborong kalah.
Jika dalam gambar for tender (atau BQ, jika BQ dibuat oleh arsitek) disebutkan architrave dan handle Baldwin, sementara dalam RAB pemborong menawarkan dg harga Rp. 4,75 juta, maka pemborong telah melakukan salah estimasi. Pekerjaan harus dilaksanakan sesuai spesifikasi, dan bukan merupakan pekerjaan tambah.

Jika arsitek dan pemborong sama-sama memahami prinsip-prinsip ini, maka dalam praktek konstruksi skala kecil spt rumah tinggal, hal ini akan menguntungkan sebab MK tidak diperlukan lagi. Dan bisa dibayangkan jika masing-masing pihak tidak memahami hal-hal itu.

**contoh kasus di atas fiktif belaka, sekedar melengkapi komen dan diskusi dg rekan Atmoko Adidan Daniel Denny Setiawan.

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=959043597479018&set=a.155998747783511.48655.100001201618116&type=3&theater

    Dwi Heriyanto

    Written by

    Rekaman jejak digital FB bidang arsitetur, teknik sipil, dan properti dari para pakar. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik link sumber artikelnya :)

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade