RENCANA PONDASI

Pd struktur beton sederhana 2 lantai

Yg saya maksudkan struktur sederhana adalah jika struktur berbentuk portal tertutup, bentang balok tidak lebih dari 6 meter, tidak ada plat-plat kantilever, tidak ada lantai split level, fungsi rumah tinggal dg floor to floor normal sktr 360 cm, dan kondisi tanah bagus dg sigma tanah sktr 0,7–0,8 kg/ cm2 seperti kebanyakan tanah darat asli di DKI.
…………………………

Seorang rekan teknik sipil mengatakan, saat merencanakan pondasi, masalah apakah pakai batu kali atau foot plat, dan berapa dimensinya, adalah nomor dua. Nomor satu yg harus diketahui dulu adalah daya dukung tanahnya (sigma tanah). Jika daya dukung tanah diketahui, maka kita akan dapat menentukan dimensi pondasi dg rumus sederhana:
Luas Pondasi = Beban / sigma tanah (beban total dibagi daya dukung tanah).
Tanah merah darat asli di DKI sendiri termasuk jenis tanah keras, dg sigma tanah lebih besar dari 0,5 kg/ cm2. Rata-rata sigma tanah darat asli DKI sktr 0,7–0,8 kg/ cm2.

Beban terdiri dari beban mati DL (dead load), dan beban hidup LL (live load). Jadi jumlah Beban = DL + LL. 
DL merupakan seluruh beban dari bangunan, seperti: genteng, kuda-kuda, ringbalok, dinding bata + plesteran, kusen kayu, kaca, lantai keramik, plafond gypsum ….dst.
LL merupakan beban hidup yg meliputi beban manusia (penghuni), tukang saat bekerja, lemari, meja, dll perabotan.

Sekarang kita coba menghitung beban total :: 
1. Beton (balok, plat lantai, kolom, dll) = 2.400 kg/ m3
2. — Pasangan bata = 250 kg/ m2
- Plester aci = 100 kg/ m2
3. Beban genteng, kuda-kuda baja, kusen, kaca, plafond, pasangan keramik, dst … (tidak ditampilkan di sini, silahkan adik-adik mencari sendiri di internet/ literature lain)
4. Beban hidup utk rumah tinggal = 200 kg/ m2

Setelah total beban ketemu (taruhlah 140 ton), maka kita dapat menentukan luas pondasi total.
Luas Pondasi = 140.000 kg : 0,7 kg/ cm2 = 200.000 cm2
Jumlah pondasi ada 16, maka luas 1 pondasi = 200.000 : 16 = 12.500 cm2
Jika pondasi ini berbentuk bujur sangkar, maka panjang sisinya adalah akar dari 12.500 = 111,8 cm.
Untuk jaga-jaga, perlu kita berikan angka keamanan. Seingat saya dulu angka kemananannya 15%, maka ukuran pondasi menjadi 120 x 120 cm. Ditambah dengan sejumlah strouss pile (masing-masing 2 titik sedalam 3 meter pada pondasi A, B, C, D, E, F, G), kami yakin rencana pondasi ini cukup kuat.
Catatan:
Jika direncanakan benar-benar oleh perencana struktur, ukuran pondasi bisa jadi akan berbeda-beda tergantung dari pembebanan pd tiap titik (kolom). Namun dg bentuk dan ukuran denah seperti rumah tinggal ini, perbedaan tsb tidak akan banyak dan tidak akan berpengaruh pd bangunan nantinya. Dan karena pertimbangan kemudahan pekerjaan, ukuran pondasi kami bikin sama. 
Apakah hal ini kuat/ tidak berbahaya?
Selama pembesiannya benar, betonnya bagus, dan pengecoran sloof bersamaan, maka akan dihasilkan sub struktur yg solid dan rigid. Dg kata lain jika terjadi apa-apa, misal pd satu titik ternyata ada beban yg lebih besar, atau ada bagian tanah yg turun, maka sub struktur yg solid dan rigid ini akan bekerja bersama-sama. Jika terpaksa terjadi sedikit penurunan pondasi, maka semua pondasi akan turun, dan oleh karenanya tidak menyebabkan kerusakan dinding.

Sedangkan jumlah dan dimensi tulangan plat pondasi, sejauh pengalaman mengerjakan gambar-gambar struktur, ada yg diisi:
1). 2 lapis besi D10 jarak 12,5 cm (luas penampang total tulangan sktr 1.507 mm2).
2). 2 lapis besi D13 jarak 20 cm (luas penampang total tulangan sktr 1.591 mm2).
3). Ada pula yg menggunakan besi D16 utk tulangan bawah, dan besi 10 mm utk tulangan atas, jarak 20 cm (luas penampang total tulangan sktr 1.676 mm2).
Terlihat perbedaan luas penampang tidak jauh berbeda.
Sy sendiri lebih suka memakai tulangan 2xD13–20, sebab lebih memudahkan saat belanja dan mudah pula produksinya. Dimensi tulangan-tulangan ini semua saya dapati utk bangunan dg bentang maksimal 6 mtr. 
Mengenai bentuk dan ketebalan plat pondasi, ada 2 macam yg sering kita temui yakni:
1. Bentuk pyramid dg tebal plat tepi 20 cm, plat tengah 30 cm.
2. Bentuk kotak dg ketebalan 25 cm (rata2 dari 20+30). 
Bentuk kotak dg tebal 25 cm kita pilih utk proyek ini dg pertimbangan praktis pengerjaannya.

  • **Seperti paparan di atas itulah yg saya maksudkan dg belajar dari pengalaman. Kita harus rajin membuat catatan-catatan, membuat perbandingan2 hasil perhitungan dari konstruktor yg berbeda, membuat korelasinya, dsb, sehingga kita dapat menarik satu kesimpulan. Jika kita tekun mempelajarinya, utk merencanakan struktur sederhana spt ini tidak diperlukan hitungan yg rumit, bahkan cukup hafalan atau mencongak saja. 
    Jadi, pengalaman tidak hanya sekedar bekerja di lapangan kan?

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1153595674690475&set=a.1132712686778774.1073741846.100001201618116&type=3&theater

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.