RETAK pada SUDUT OPENING PINTU

Bbrp rekan (sktr 4–5 orang) menanyakan lewat inbox, kasus retaknya sudut opening pintu. Karena ini sebenarnya hal yg sangat mendasar, perlu kami tulis di wall agar bisa menjadi perhatian kita bersama.

Untuk mengetahui penyebab retak pada opening pintu, dan bagaimana solusinya, mari kita bahas menggunakan logika struktur yg sederhana, dg mengikuti rangkaian gambar berikut:
Gbr 1 ::: foto retakan pada opening pintu yg dikirim oleh salah satu rekan (ada retak lain yg lebih parah, namun fotonya sy cari tdk ketemu).
Gbr 2 ::: potongan ideal sebuah bangunan 2 lantai, dimana sloof, kolom, balok, maupun pondasi telah direncanakan dg baik, termasuk balok latei (balok praktis di atas opening pintu).
Gbr 3 ::: jika kondisi ideal seperti ditunjukkan pd gambar 2, kemudian ada beban sebesar “f” di atasnya, maka kolom dan balok cenderung mengalami deformasi (perubahan bentuk) spt ditunjukkan dg garis putus-putus. Bila pondasi, kolom, dan balok telah memenuhi perhitungan yg benar, dan dinding di sebelah kanan-kiri kolom telah terangkai (dan juga seluruh dinding sesuai denah), maka bidang vertikal (dinding) akan membentuk satu kesatuan bidang yg rigid, sehingga deformasi tidak terjadi.
Gbr 4 ::: jika di bawah dinding tidak dipasang sloof untuk menghubungkan kolom di sebelah kanan-kiri (sering kita temui hanya dipasang rolaag bata), atau sloof dg ukuran tidak memadai, kemudian dari atas ada beban sebesar “f” , maka kolom akan berubah bentuk (ngangkang) ke samping. Pergeseran kolom sedikit saja ke samping, sudah cukup untuk merobek opening pintu. Apalagi jika dimensi balok, tulangan, dan mutu beton di atas opening tidak benar, maka hal ini akan memperparah crack (robekan), sebab balok akan mengalami lendutan.
Gbr 5 ::: untuk menjelaskan poin sesuai gambar 4, kita dapat membuat model dg kertas yg dipotong tengahnya menyerupai opening pintu. Kemudian kita tarik ke kanan-kiri dg gaya sebesar “f” …maka sudut opening adalah bagian yg pertama akan sobek. 
Gbr 6 ::: untuk opening dg lebar lebih 150 cm, balok latei wajib dibuat.
Gbr 7 ::: jika ingin berhemat dan praktis, untuk opening s/d 150 cm cukup kita pasang besi 12 mm 2 batang melintang opening yg kita tahan dg bekisting, dan dibungkus dg adukan/ spesie 1 pc: 3 pasir setebal 5 cm. Selanjutnya di atasnya kita pasang bata.

***Untuk mencapai kondisi ideal spt gambar 2 (agar tidak terjadi deformasi) perlu kita perhatikan dimensi sloof , kolom, dan balok lantai 2 beserta tulangannya. Mutu beton juga wajib kita perhatikan. Jika beton kita buat dg site mix (pakai molen atau malah cangkul mix

:) ), utk bentang pendek 3–4 meter, campuran 1:2:3 cukup (akan menghasilkan mutu beton sktr K-175). Bila bentangnya sedang (5–6 meter), maka campuran kita tingkatkan 1:2:2 + additive utk menghasilkan mutu beton sktr K-225.

Semoga membantu. 
Salam konstruksi.

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=948686058514772&set=a.155998747783511.48655.100001201618116&type=3&theater

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Dwi Heriyanto’s story.