Day 10 — #1

Teguran


Hari ini dimulai dengan sebuah perbincangan dengan klien yang Alhamdulillah puas dengan pekerjaanku.

dan hari hari menjelang akhir bulan pun dipenuhi dengan beberapa deadline.


Tadi saat Iqomah Ashar terdengar, aku masih di depan laptop mengejar deadline. aku berpikir… “Sebentar lagi pasti aku bisa menyelesaikan ini dan segera sholat Ashar”. Tapi sampai pukul 4 sore aku masih di depan laptop.

Ya… aku menyepelekan panggilanNya. padahal kau telah me-retweet bahwa “Jangan mau dilamar oleh cowok yang menyepelekanNya.”


Beberapa saat kemudian, handphone berdering. Salah satu klien mengabarkan dengan nada lumayan tinggi, bahwa sistem yang aku kerjakan untuknya 1 tahun yang lalu mengalami masalah. dan itu ada pada bagian yang vital.

mengetahui hal itu di saat mengejar deadline, sambil membayangkan langkah2 yang harus aku kerjakan untuk memeriksa kesalahan sistem tersebut yang aku perkirakan sampai berhari hari. membuat pikiranku buntu.

Tiba tiba aku teringat olehNya.. | ya.. aku membutuhkanNya.. | segera aku tinggalkan pekerjaanku dan mengambil air wudhu. berkeluh kesah dan meminta ampun atas kesombonganku.

mungkin inilah caraNya untuk memperingatkanku agar tidak terus menerus larut dalam kesombongan. menyadarkanku bahwa segala rejeki, segala kelancaran urusan, mutlak atas ijinNya.


Dan kau tahu?… setelah berkeluh kesah padanya, aku memutuskan untuk memperbaiki sistem tersebut. dalam waktu kurang dari setengah jam aku telah memperbaiki sistem tersebut. (Maaf aku mulai sombong lagi)

hampir aku menangis saat menulis email pemberitahuan untuk klien.


Ya.. semua itu mutlak atas ijinNya. bukan karena aku…