Cerita Si Babi Super, Okja

Alasan utama saya menonton film ini awalnya hanya satu, disutradarai oleh Bong Joon Ho, sutradara asal korea yang merebut perhatian saya lewat film Mama dan Snowpiercer (PS : lihat review saya disini). Ditemani semangkuk indomie rebus double telur plus cengek, saya pun segera tenggelam di dunia Bong Joon Ho.
Alkisah diceritakan ditahun 2007 sebuah perusahaan multi-nasional bernama Mirando berhasil mengembang biakan jenis babi ‘super’, babi ini kemudian diterbangkan ke 26 peternakan di berbagai Negara untuk dilombakan. Tak main-main kontes babi ‘super’ ini dijalankan selama 10 tahun! Cerita kemudian maju ke-10 tahun kemudian memperlihatkan kedekatan luar biasa antara salah satu babi ‘super’ yang kini telah bertumbuh, Okja, dengan seorang gadis kecil bernama Mija. Konflik terjadi ketika Mija harus merelakan Okja untuk kembali ketempat asalnya dan siap untuk dikonsumsi manusia.
Film ini dibuka dengan sangat meyakinkan dengan adegan pengumuman kontes babi super oleh sang CEO baru Mirando, Lucy Mirando (Tilda Swinton). Bergaya eksentrik dengan rambut putih, pakaian putih dan kawat gigi ia tampak ceria dan atraktif, penampilan dan tingkah sang CEO disini mengingatkan saya akan sosok Willy Wonka milik Johnny Depp. Melalui pembukaan penuh warna, kita berharap disuguhi dunia fairytale. Nyatanya tidak juga, scene selanjunya lebih banyak bernuasakan hutan tempat Mija dan Okja hidup. Kemudian bernuansakan kota Seoul sebagai arena kejar-kejaran yang jauh dari aura fairytale.

Isu yang diangkat sebenarnya bukan barang baru, terkait dengan pelestarian binatang. Film ini jelas sangat cocok apabila dijadikan video clip untuk lagu Morrisey, Meat is Murder. Cerita nya cukup menarik, namun jujur adegan-adegan tentang kedekatan Mija-Okja, kesedihan Mija ditinggalkan, sikap keras kepala dan pantang menyerah Mija mengingatkan saya akan film Mr.Go, sehingga kurang terasa fresh dan tak menjadikan film ini istimewa. Sorotan lebih terang ada pada acting Tilda, ia sukses memerankan sosok CEO quirky dengan emosi tak stabil. Menurut saya ini akting terbaiknya setelah White Witch di film Narnia. Jangan lupakan juga Jake Gyllenhaal, terakhir saya menonton acting psychopath nya difilm Nightcrawler (bisa lihat review nya disini), difilm ini iya merubah diri 180 derajat menjadi dokter hewan yang nyentrik, super beda! Terakhir tak lain akting menawan juga dimainkan oleh Paul Dano, sempat dibuat jatuh cinta lewat aktinya nya di Little Miss Sunshine, disini Paul menampilkan kembali sosok pria sensitive dan baik hati, cute deh!
Namun dari kesemua hal itu, hal paling menarik untuk saya adalah bagimana Bong Joon Ho konsisten dengan permainan isu ‘abu-abunya’. Di snowpiercer kita melihat bagaimana dari awal kita terbentuk untuk mendukung sang tokoh utama namun pada akhirnya menyadari sang antagonis pun bekerja dan bertindak untuk alasan yang rasional. Begitu pula dengan Okja, bagaimana kita mengutuk kekejaman dan pembunuhan terhadap binatang namun bila ditelaah semua tindakan Lucy semata-mata hanyalah untuk menyambung kehidupan manusia itu sendiri dengan menyediakan sumber makanan bernama Super Pig, salahkah? Jawabannya silahkan disimpan dihati masing masing.
Recommended? Untuk Anda pecinta hewan, film ini bisa menjadi salah satu film yang membuat Anda makin kuat untuk memperjuangkan hak hidup para hewan dan samakin mengutuk kapitalisme yang membuat hewan hanya menjadi komoditi untuk diperjual-belikan. Sedangkan untuk Anda yang berhati baik mungkin film ini akan menjadikan Anda berfikir untuk menjadi vegetarian guna melestarikan kehidupan para hewan. Untuk Anda yang sekedar mencari hiburan, film ini cukup menghibur namun beraura kelam sehingga bukan film yang baik untuk Anda pilih guna melepas stress.
Rating dari Tifa :

