3 Hal Berharga Tentang Kehidupan yang Aku Pelajari dari Bermain Video Gim

Jika durasi hidupku sampai saat ini dianalogikan setara dengan satu jam, maka 32 menit dalam hidupku dihiasi dengan bermain video gim.

Entah harus dengan bangga atau sedih dengan fakta ini.

Sejujurnya aku merasa kehilangan banyak kesempatan emas yang aku tinggalkan karena kebanyakan main video gim, seperti yang selalu disampaikan orang tua ke anaknya yang kecanduan main gim.

Tapi ada satu hal menarik yang aku sadari tentang gim. Pernah kebayang nggak sih bagaimana sang kreator video gim seperti Hinorobu Sakaguchi dengan apiknya bisa kepikiran konsep permainan Final Fantasy, atau kok bisa Satoshi Tajiri bisa-bisanya punya ide untuk membuat dunia Pokemon, yang menjadi salah satu gim paling fenomenal sepanjang masa?

Sewaktu kecil dulu, aku dan teman-teman kompleks Sawit Sari punya cita-cita kalo udah besar esok akan menciptakan video gim tentang kelompok kita saat itu. Buat gambaran saja, waktu itu kamu sedang menggandrungi yang namanya ninja-ninjaan, star wars, kenshin, pokemon dan elemen-elemennya. Alhasil, kami bermimpi bisa membuat gim di mana kamu jadi karakter utamanya, punya senjata yang unik, dan menguasi elemen kami masing-masing (btw aku elemennya angin). Konsep yang kami ciptakan kebanyakan berasal dari hal-hal yang kami impikan.

Berbekal pengalaman masa kecil tersebut, aku percaya bahwa kreator-kreator gim ini juga mengembangkan konsep video gim mereka menggunakan imajinasi atas mimpi-mimpi mereka. Semakin kompleks dan menyerupai dengan kondisi realita dunia nyata kita (kalo dipukul berdarah, awannya bergerak terus, atau kalo balapan mobil habis nabrak ya balapan selanjutnya kondisinya tetep peyok) maka semakin keren gim tersebut.

Aku bisa bilang video gim adalah manifestasi (bahasa gampangnya perwujudan) dari dunia imajinasi dan mimpi dari sang kreator, termasuk imajinasi tentang kondisi ideal dari kehidupan ini.

Berangkat dari pemahamanku bahwa video gim adalah perumpamaan kondisi ideal dari kehidupan yang kita jalani, aku selalu menganggap keseharianku hidup di dalam dunia gim (tanpa fitur save, reset, and load sayangnya). Berikut tiga hal aku pelajari dengan seolah-olah hidup di dalam gim:

1. Pentingnya Berinteraksi Sama Orang/Hal di Sekitar

Jamannya Gameboy Advance dulu, aku dan kakakku bermain pokemon bersama. Waktu itu aku masih polos, taunya kalo main gim ya gerakin karakternya aja, kalo ada pokemon muncul ya di lawan, terus berjalan terus ke kota-kota lainnya sesuka hati.

Setelah 6 jam lebih aku main pokemon tersebut, tiba-tiba kakakku datang dan memarahi karena bermain dengan cara seperti itu. Dia marah karena aku sudah berjalan melewati lebih dari 3 kota tanpa ngajak ngobrol orang yang ditemuin selama perjalanan. Ia ambil alih gim tersebut dan bela-belain ngulangin main dari awal lagi.

Setelah beberapa saat, kakakku memperlihatkan ke aku banyak barang dan pokemon yang ia dapat karena berinteraksi dengan orang/benda yang ia temui di sepanjang jalan permainan.

Semenjak itu, aku selalu melakukan interaksi dengan tokoh/benda di setiap gim yang aku mainkan. Percayalah bahwa banyak alur cerita, rahasia-rahasia, hingga mendapatkan ultima weapon (kalo di Final Fantasy) itu hanya bisa didapatkan kalo kita berinteraksi dengan tokoh yang tepat. Gimana cara tahu mana tokoh yang tepat? Nggak ada yang tahu, jadi kita harus berinteraksi sama semua tokoh yang ada di dalam gim.

Sama seperti kehidupan nyata, kadang hidup kita menjadi lebih mudah kalo kita pernah kenal atau ngobrol dengan orang yang tepat. Bagaimana caranya tahu mana orang yang tepat? Nggak ada yang tahu, jadi kita harus ngobrol dengan semua orang yang ada di sekitar kita.

Hal pertama yang aku pelajari: Banyak kesempatan berharga yang bisa kita dapatkan jika mencoba untuk selalu berinteraksi dengan sekitar kita.

2. Semua Orang Punya Perannya Masing-masing

Analogi ini baru aku pahami saat di dunia SMA. Sebelumnya aku ngeliat orang lain hanya dengan dua pilihan.

Kalo nggak protagonis, ya berarti antagonis. Kalo nggak hebat, ya berarti lemah.

Tapi dengan melihat dari perspektif dalam video gim, kita bakal sadar bahwa kita ga bisa melihat orang disekitar kita dengan cara seperti itu. Setiap tokoh itu punya karakternya masing-masing yang tidak bisa disamakan satu dengan lainnya.

Contohnya dari main gim Skyrim: ada tokoh yang kebal terhadap semua sihir, tapi sangat lemah terhadap serangan benda tumpul. Ada lagi yang 10 kali lebih kuat dari tokoh lainnya, tapi butuh waktu tidur setelah bertanding.

Nah sama dengan kehidupan nyata, semua orang menjadi bermain di dunia yang sama, namun dikaruniai dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada yang juara di setiap cabang olahraga, tapi nggak berkutik karena cinta. Ada juga yang kalo belajar baca buku bentar udah ngeluh, tapi jago banget masak berbagai resep. Semua ciri khas itu yang menjadikan setiap dari kita unik dengan cara kita masing-masing.

Pelajaran yang aku dapet dari sini: Aku lebih bisa menghargai orang di sekitarku. Seburuk-buruknya orang dikata teman-teman, aku selalu percaya dia pasti punya potensi baik yang belum terkuak.

3. Semua Butuh Proses

Mayoritas tokoh dalam video gim selalu memulai perjalanannya dengan kondisi seadanya, bahkan kadang cuma berbekal tekad yang kuat (+starter pokemon). Tugas kita adalah memainkan tokoh utama ini melewati berbagai rintangan hingga pada penghujung gim, kita mendapati sang tokoh utama sudah menjadi sangat kuat dan hebat. Sayangnya, seringkali momen terbaik yang kita nikmati dalam bermain gim itu bukan saat kita menamatkan gim tersebut, melainkan proses perjalanan si tokoh utama hingga bisa mencapai posisi tersebut.

Belajar dari pengalaman tersebut, aku mencoba untuk menghargai namanya proses. Untuk mendapatkan yang kita inginkan, kadang prosesnya bisa sangat cepat, atau bahkan prosesnya bisa menghabiskan sepanjang waktu hidup kita. Kalo di video gim kadang bisa terjadi plot twist, mungkin juga dari proses ini kita bisa menemukan bahwa keinginan kita itu ternyata bukan yang kita perlu miliki.

Nah dari sini aku belajar: Alih-alih mengeluh dengan hal yang kita hadapi sekarang, percaya saja bahwa semua yang terjadi ini bagian dari alur cerita gim kehidupan kita untuk mencapai suatu hal yang lebih baik.


Itu tadi yang 3 hal yang coba aku ekstrak dari sekian penyesalan karena menghabiskan waktu terlalu banyak bermain video gim. Kalo kamu punya baca sampai kalimat ini dan kamu seorang gamer yang punya pelajaran menarik video gim, boleh lho komen di bawah ini biar bisa aku tampilkan juga di artikel ini ^^