Ini jelas perkara salah atau benar. Sebab, oknum-oknum mahasiswa yang terlibat dalam direct-selling produk hortikultura semacam itu menjadi benar ketika mereka memang kuliah di jurusan Perkebunan (?) atau Pemasaran. Mahasiswa jurusan lainnya jelas salah — atau mungkin sudah salah pilih vak waktu mau masuk kuliah.
Sebaiknya, mahasiswa tetap fokus pada bidang studinya masing-masing. Misalnya, mahasiswa Bahasa dan Sastra menyumbangkan novel dan puisi untuk menghibur para korban bencana. Atau mahasiswa otomotif bisa datang langsung ke lokasi untuk membantu memperbaiki kendaraan masyarakat yang rusak.
Yang agak sulit tentu saja mahasiswa Filsafat, sebab menggelar diskusi mengenai Foucault atau ngobrol ala Socrates tentu beresiko semakin memperkeruh pikiran korban.