About Medium
Medium
71173

Medium? Bekakas opo meneh wi?

Akhir-akhir ini otak saya kerap mengalami stroke ringan. Nge-blank, mata mrepet-mrepet (merem melek sporadis), disertai sesak nafas dan berbagai gejala penuaan dini lainnya yang cukup mengkhawatirkan.

Secara saya ini orangnya cukup disiplin menjaga asupan kopi, malbor, akua, dan promag, maka diagnosis dan himbauan klise dari sang dukun pribadi — bodi kurang gerak dan sebaiknya ndaftar fitness — serta merta saya abaikan. Maklum, jadwal kerja saya sebagai pemerhati yutub cukup padat dan menyita energi. Jadi ya maap

Syahdan, setelah sukses menyelenggarakan sesi meditasi kilat 10 detikan secara bertahap selama beberapa ududan, maka tersibaklah tabir misteri yang menyelubungi fenomena langka tersebut. Serangan stroke ini bukan lantaran problem fisik, melainkan faktor metafisika organik. Lebih konkretnya, yakni sebagai akibat dari kegagalan berkelanjutan dalam memformulasikan jawaban yang akurat, lihai, dan brilian atas pertanyaan umat manusia di sekitar saya yang bunyinya termaktub dalam judul tulisan ini.

Maka, setelah sekian puluh menit bergelut dengan keresahan dalam diri yang tak mungkin engkau pahami, sang saya pun sigap mengambil keputusan. Saya langsung membulatkan tekan untuk sesegera mungkin menstop segenap basa-basi menjijikkan ini demi kembali ke maksud awal yang mana telah kita sekalian pahami bahwa sesungguhnya ini adalah upaya untuk menasionalisasi diskursus mengenai apa itu Medium dan mengapa engkau sebaiknya berpartisipasi di dalamnya. Yo wis! Selamat menikmati!


Tentang Medium

Medium ialah sejenis ruang baru yang unik bagi aktivitas membaca dan menulis di internet. Ruang di mana kesuksesan seorang penulis bukan diukur dari banyaknya view (jumlah pembacaan) melainkan viewpoint (kokohnya sudut pandang). Di mana kualitas gagasanlah yang utama, bukan prestasi, ijazah, ataupun catatan besaran honor penulisnya. Sebuah ruang di mana percakapan tertulis (diharapkan) mampu melejitkan ide-ide ke angkasa dan kata-kata sungguh berharga.

Menulislah Semaumu

Perkakas penulisan yang simpel

Pembuat Medium terobsesi dengan kekata. Maka dari itu, mereka merancang perkakas penulisan yang membuatmu fokus pada aktivitas menulis, bukannya sibuk memilih-milih font dan ribet dengan pengaturan spasi antar paragraf. Tak perlu bolak-balik memeriksa preview, sebab tulisan yang telah diterbitkan memiliki tampilan sama persis dengan saat ia kamu tuliskan.

Menulislah di mana pun engkau berada

Pengelola Medium berharap agar kamu bisa dengan mudah memulai aktivitas menulis setiap kali muncul gagasan. Kamu bisa berpindah-pindah antara mengetik di komputer dan aplikasi mobile dengan pengalaman menulis yang tak jauh berbeda.

Medium adalah suatu jejaring

Bagaimanapun juga, nilai yang riil dari Medium bukan terletak pada perkakas penulisannya. Nilai itu justru terwujud dalam bentuk jejaring, interaksi dengan para penulis lain, serta kisah-kisah yang kamu tuliskan. Jejaring yang dirancang sedemikian rupa untuk meminimalisir rintangan demi memampukan tulisan-tulisan yang bermutu tampil ke permukaan. Koneksi yang ada membuat keseluruhannya lebih bernilai daripada jumlah bagian-bagiannya, dan memunculkan jalur-jalur baru untuk menemukan dan membangun pemaknaan baru. Bukankah hal demikian ini yang diinginkan oleh semua penulis?

Jadilah Pembaca Aktif

Kisah-kisah yang berarti

Dunia kita (baca: internet) telah dibanjiri oleh tulisan-tulisan dangkal tanpa pemikiran, dan aktivitas membaca sekilas laman-laman sampah semacam itu semakin memarjinalkan kepuasan membaca. Setiap harinya, beranda Medium-mu dipenuhi dengan kisah-kisah yang memiliki kedalaman dan bermakna — kisah-kisah yang membangkitkan tawa, air mata, yang benar-benar mampu membuatmu merasa.

Gaya interaksi baru

Kamu tak sekedar jadi pembaca pasif saja. Tiap highlight (spidol hijau) yang kamu goreskan akan mengubah cara orang memaknai setiap kisah — bahkan mungkin mengubah cara pandang penulis atas karyanya sendiri.

Pengaruhi diskusi

Diskursus itu perlu. Gagasan-gagasan bertumbuh lewat persentuhan dengan pemikiran yang berlainan dan pencerapan ide-ide segar. Inilah alasan keberadaan Medium Responses. Tak sekadar komentar sederhana, Responses menyajikan peluang bagimu untuk mempengaruhi diskusi. Selain itu, karena Responses adalah pos-pos baru, yang satu terlahir dari yang lain dan kian mengembangkan gagasan awal menuju ke arah baru yang kadang tak terduga.


Saat kamu mendaftar ke Medium, kamu memasuki sebuah masyarakat yang tersusun dari jutaan pemikir dan pelaku yang menjajakan gagasan-gagasan terbaik mereka serta menghidupkan percakapan-percakapan tentang isu-isu dan tren-tren terbesar saat ini. Sebab, tulisan yang dahsyat berhak memperoleh audiens yang hebat.

Salam sopir!