tentang Montessori (episode 1)

materi tentang metode Montessori ini diambil dari seminar filosofi montessori yang pembicaranya adalah mba Vidya Paramita..

sebelumnya ini sudah di-share di instagram dengan #SeminarFilosofiMontessoriVidyaParamita

sejarah metode Montessori

Montessori diambil dr nama dr Maria Montessori, dokter wanita pertama dr Italia. beliau selain menjadi dokter juga adalah seorang sarjana teknik, insinyur, dan antropolog.

latar belakang ini yg membuat dr Maria Montessori melihat anak tidak hanya dr satu sudut pandang, tp dari berbagai sisi.

dr Maria Montessori memperhatikan bahwa anak-anak itu butuh stimulasi inderanya. beliau membagi usia anak 0–24 thn menjadi 4 bagian dgn rentang masing-masing 6thn.

tentang 0–6 tahun

masa 0–6 thn adalah masa absorbent mind & sensitive period.

absorbent mind : diibaratkan spons yg ditaruh di air, cepat dan mudah menyerap apapun yg terjadi di lingkungannya

sensitive period : masa dimana anak lebih responsif terhadap stimulasi tertentu dan sedang tertarik mempelajari skill baru

Kepekaan / Sensitivity
  • kepekaan terhadap keteraturan
  • kepekaan terhadap lingkungan
  • kepekaan terhadap benda-benda kecil
  • kepekaan terhadap bahasa
  • kepekaan terhadap kelima indera
Perbedaan Cara Belajar Anak VS Orang Dewasa
  • penggunaan indera
  • proses vs hasil
Konsep Dasar Metode Montessori:
  • guru sebagai fasilitator dan observer
  • prepared environment
  • follow the child
  • material
  • meaningful activity 👉🏻 future learning
  • konkret 👉🏻 abstrak
  • sederhana 👉🏻 kompleks
  • filosofi penggunaan alas kerja
  • self correction
  • istilah ‘work’
  • penggabungan usia
  • kolaborasi bukan kompetisi
  • repetition / pengulangan
  • respect each other
5 Area Montessori
  • EPL, exercise of practical life / praktik kehidupan sehari-hari
  • Sensorial
  • Budaya & Ilmu Pengetahuan
  • Bahasa dan Literasi
  • Matematika
bagaimana montessori membantu dalam akademis;
  • memperpanjang rentang konsentrasi
  • menumbuhkan semangat ‘gemar belajar’
  • memfasilitasi rasa ingin tahu anak
  • membaca : paham makna
  • berhitung : paham konsep
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.