Jalan Kita

untuk Mutia,

Jalan yang kita lalui tak selalu rata memang,
sana-sini banyak lubang dan tambalan yang tak beraturan.
Tapi dengan aku berjalan bersama kau cukuplah,
saling mengaitkan tangan dan tak saling kehilangan.

Langkah kaki-kaki kita tak selalu cepat memang,
kadang aku terlalu ringkih dan berkali-kali jatuh.
Tapi dengan aku melangkah bersama kau cukuplah,
kau sambung nafasku yang terengah dan balut luka di kakiku yang sering bernanah.

Dimana-mana, bagi sebuah cinta,
selagi bersama, duka tak ada artinya.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.