Jalan Kita

untuk Mutia,

Jalan yang kita lalui tak selalu rata memang,
sana-sini banyak lubang dan tambalan yang tak beraturan.
Tapi dengan aku berjalan bersama kau cukuplah,
saling mengaitkan tangan dan tak saling kehilangan.

Langkah kaki-kaki kita tak selalu cepat memang,
kadang aku terlalu ringkih dan berkali-kali jatuh.
Tapi dengan aku melangkah bersama kau cukuplah,
kau sambung nafasku yang terengah dan balut luka di kakiku yang sering bernanah.

Dimana-mana, bagi sebuah cinta,
selagi bersama, duka tak ada artinya.