Mengatur Keuangan Bagi Pemula

Mengatur sesuatu memang bukanlah perkara mudah, bukan? Mengatur manusia, mengatur sistem, mengatur waktu, juga mengatur uang bukanlah hal yang mudah bagi sebagian besar manusia. Termasuk gue. Tapi untuk kali ini, gue hanya akan sedikit bercerita tentang ‘uang’. Gue bukan ahli kok, hanya ingin berbagi pengalaman.

Uang merupakan hal yang mungkin bukan segalanya tapi nyatanya selalu kita butuhkan, ya kan? Apalagi bagi manusia seperti gue yang merantau ke Jakarta. Untuk makan, minum, bepergian, menggunakan toilet umum (lalu apa lagi? Bisa kalian jabarkan masing-masing deh sesuai dengan kebutuhan sehari-hari).

Makin dewasa makin banyak pula hal-hal baru yang kita jumpai. Mengatur keuangan rasanya amat sulit di awal-awal berpisahnya gue dengan orang tua. Tidak ada lagi makanan yang siap santap saat pulang, tidak ada lagi cemilan dan minuman segar ‘gratis’ di dalam kulkas, dan tidak ada lagi fasilitas antar jemput kemana saja. Sekejap semua yang dulunya tidak pernah gue pikirkan, menjadi suatu hal yang harus mulai gue pelajari secara perlahan.

Setelah hampir 4 tahun gue kuliah dan selama itu pula gue tidak pernah secara ‘benar-benar’ mengatur keuangan. Setiap hasil jerih payah yang gue dapat seringnya habis untuk kesenangan sementara, biasa, apalagi kalau bukan belanja atau makan-makan. Tidak selalu, tapi sering. Hingga sampai akhirnya gue memiliki cukup banyak target di tahun ini yang membuat gue memantapkan pendirian bahwa gue harus mulai mengatur keuangan agar semua target yang gue inginkan tercapai. Target jangka pendek dan jangka panjang.

Mungkin memang hal yang kita butuhkan adalah keinginan yang kuat akan terealisasinya tujuan tersebut. Sama halnya dengan cita-cita, ya?

#1 List Semua Kebutuhan

Jadi, mulailah rinci satu per satu tujuan kalian. Kalian bisa mulai mengurutkan dari hal yang prioritas dulu, seperti pengeluaran bulanan, yang pastinya akan kalian keluarkan, seperti uang sewa tempat tinggal, uang makan, transport, pulsa, dsb. Setelah merinci semua hal yang prioritas, barulah beranjak ke hal-hal lainnya seperti gadget, kendaraan, atau bahkan rumah? Catat saja semua yang kalian inginkan.

#2 Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran

Memang agak merepotkan, ya? Gue juga termasuk manusia yang gak begitu suka mencatat. Tapi lagi-lagi karena keinginan kuat dari target-target yang ingin gue dapatkan, akhirnya gue menemukan jalan keluarnya. Setelah teman gue, Acha, menyarankan solusi untuk membeli buku tabungan, iya buku tabungan. Kalian tau buku tabungan yang sering dipakai anak-anak SD? Simpel dan murah, disitu ada tabel pemasukan dan pengeluaran, ukurannya kecil dan tipis, mudah dibawa kemana saja.

Tapi gue mencoba mencari alternatif lain, karena gue tipe manusia yang lebih suka mengetik dibanding menulis, akhirnya gue ‘iseng’ mencari di Play Store dengan kata kunci ‘account’. Aha! Ternyata ada! Ada beberapa aplikasi gratis yang gue coba, lalu akhirnya gue memilih aplikasi Money Expense Manager. Rata-rata aplikasinya sama, tapi bagi gue rasanya lebih gampang aja pake Money Expense Manager. Dan mulailah gue mencatat.

Gue berusaha mencatat seakurat mungkin, nominal pendapatan maupun pengeluaran. Sekecil apapun uang yang gue keluarkan, entah itu hanya untuk transport atau beli minuman di warung, gue mencoba untuk selalu mengingat dan mencatatnya di aplikasi ini.

Dan hasilnya sampai saat ini, gue bisa memantau keuangan gue, terutama apa saja yang sudah gue keluarkan dan sisa uang yang gue miliki saat ini.

Hal ini juga memiliki dampak untuk menahan pengeluaran karena kita bisa me-review berapa yang sudah kita keluarkan. Lain halnya kalau segalanya tidak kita atur dengan baik, tidak adanya daftar pengeluaran, kita tidak akan bisa mengingat dengan rinci nominal yang telah kita keluarkan, bukan? Dan pada akhirnya kita akan dengan mudahnya mengeluarkan uang, terutama untuk hal-hal yang tidak penting. Lalu di akhir bulan, kita mulai menghitung-hitung sisa uang yang kita miliki, mengingat-ingat siapa yang pernah berhutang pada kita, berharap ada tambahan uang untuk akhir bulan. Anak kos selalu berakhir begitu.

#3 Pelajari Ulang Semua Pengeluaran

Saat akan masuk bulan baru, pelajari lagi pengeluaran kalian. Ada yang terlalu berlebihan kah? Mungkin kalian terlalu banyak menghabiskan uang untuk makan-makan sama teman, atau kalian terlalu banyak berbelanja di online shop? Memang tidak mudah untuk mengubah kebiasaan, tapi setidaknya kalau kalian sudah mulai menjalani tahap 1 dan 2 di atas tadi, kalian akan dengan mudah memantau kemana larinya uang-uang kalian.

Haha menulis ‘larinya uang-uang’ gue membayangkan uang-uang tersebut memiliki kaki dan berlarian kesana kemari. Abaikan.

#4 Perbarui Daftar Kebutuhan

Buka lagi daftar kebutuhan kalian bulan lalu, coret kebutuhan kalian yang sudah terpenuhi, dan tambahkan kebutuhan kamu yang baru. Kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang. Jangan lupa sertakan nominalnya, agar kalian bisa selalu memantau kekurangannya.

#5 Ulangi Terus Siklus Ini

Ulangi terus hingga terbiasa, hingga kita cermat mengatur keuangan kita. Hingga kita tidak lagi bertemu dengan dilema akhir bulan.

Selamat mencoba!