Kau Tahu?

deeviolin
deeviolin
Sep 4, 2018 · 1 min read

(Part I)


Kau tahu betapa sulitnya menulis beberapa bulan terakhir ini. Kata teman, itu akibat jatuh cinta yang terlalu. Benarkah? Mungkin juga. Kita tak pernah tahu sampai kapan ini. Efek buruk dari Moment Puitik adalah, saya beri nama Syndrom Writerism. Entahlah. Maksud saya kesulitan menulis, merangkai kalimat, mencari kata yang tepat dan sebagainya. Selain itu, pikiran yang terbagi-bagi juga berdampak dari Syndrom tadi. Ibaratnya icloud berkapasitas 5 GB dan kita harus memaksakan 15 TB data yang akan diolah di kepala kecil ini. Bersyukur, otak bukanlah ciptaan manusia sehingga tidak mengalami gagal memori atau pengaruh loading data yang lambat. Ada juga sih, tapi itu hanya istilah bagi yang telat mikir.

Saya bingung mau menulis apa. Kisah cinta? Pekerjaan? Perjalanan ataukah beban yang sedang menari-nari di kepala. Jadi, tulisan ini amburadul dan random. Saya awali saja dengan “kekasih”. Ya, kekasih tercinta yang setahun lalu menolak chatingan Whats App saya. 2017 silam saya masih ingat basa-basi hambar saya ke dia. Assalamualaikum kak, lagi ngapain? Sudah Sholat? sudah makan? sudah minum? kau tahu jawabannya? Sudah. hanya itu saja. And then, sebagai cowok yang “tahu diri” (tertawa keras), saya memilih mundur perlahan dan memutuskan tak akan bercakap lagi kecuali untuk urusan tulisan dan komunitas semata.

(bersambung)

    deeviolin

    Written by

    deeviolin

    kelopak