Is The Earth Flat ? Yes!

Pertanyaan ini agak “menggelikan” bagi orang yang sudah pernah mendengarnya. Banyak sosial media mengulas akan hal ini, entah itu Youtube, Google, Facebook dan lain-lain. Pertanyaan tersebut menghasilkan perdebatan antara kubu Bumi bulat dan Flat Earther (sebutan bagi penganut paham Bumi datar) yang cukup “panas”. Mereka menghadirkan bukti-bukti kuat satu sama lain. Bahkan ayat-ayat dari agama tertentu jadi dalil demi mengalahkan kubu yang lainnya. Perang dalil pun tak dapat terhindar.

Saya sengaja mengulas tentang “apakah Bumi itu datar?”, karena, jujur saja, saya seorang Flat Earther. Namun saya tidak akan mengajak siapapun berdebat di sini. Sebab, itu tak akan menghasilkan kesepakatan, kecuali salah satu dari yang berdebat dapat menerima dalil yang lainnya. dan tentu saja ini adalah hal yang sangat sulit. Atas dasar apa sehingga saya percaya bahwa Bumi itu datar?. Saya akan (sekedar) berbagi tentang mengapa saya percaya bahwa Bumi itu datar.

  1. Air

Air adalah titik keseimbangan kehidupan. Di mana, sejauh apapun dan seluas apapun, air tetap datar. Contoh kecilnya adalah Waterpass. Contoh paling besarnya adalah lautan. Sebagian orang menganggap bahwa ini jawaban yang tidak mungkin, kenapa?. Alasannya karena bumi ini luas sehingga bulatnya tidak kita rasakan. Baiklah, berarti sudah menyalahi sifat air yang selalu seimbang.

2. Arah kiblat

Bagi orang Islam, ini adalah hal yang sangat signifikan.

“Dan dari mana saja kamu (keluar), Maka Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu (sekalian) berada, Maka Palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk” (QS. al-Baqarah : 150)

Kesulitan penentuan arah kiblat akan terasa jika bumi ini bulat. Di sebabkan oleh titik lengkung bumi. Mari kita bandingkan dua gambar berikut :

a. Arah kiblat Negara Kanada pada peta Bumi datar

b. Arah kiblat Negara Kanada pada peta Bumi bulat.

Masih belum yakin? Baiklah, kita coba lagi.

3. Keistimewaan “Bumi”.

“Bumi sama saja kok dengan Planet-planet lain di ruang angkasa”. Tidak, karena Bumi memiliki posisi yang berbeda dengan apa yang selama ini kita kenal dengan Planet-planet. Di mana letak keistimewaannya?. Pada beberapa ayat berikut :

“Aku tidak menghadirkan mereka untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri” (QS. al-Kahfi: 51)

“Sesungguhnya Tuhan kalian, yaitu Allah, Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari, kemudian Dia beristiwa di atas Arsy” (QS. al-A’raf: 54).

“Sungguh Aku telah menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya dalam 6 hari, dan Aku tidak merasa lelah” (QS. Qaf: 38).

“Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa” Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. (QS. Fushilat : 11)

“Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kalian, kemudian Dia berkehendak (beristiwa) menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit” (QS. al-Baqarah: 29)

Dan masih banyak ayat-ayat lain yang menjelaskan keistimewaan Bumi. Mungkin kalian bertanya, di mana letak istimewanya?. Perhatikan beberapa ayat di atas. Allah selalu menyandingkan kata “Bumi” dan “Langit”. Selalu seperti itu.

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (QS. Yaasiin : 36)

4. Kedudukan Bulan dan Matahari.

Sekolah mengajarkan bahwa diameter Matahari lebih besar daripada Bulan. Bulan lebih kecil daripada Bumi. Doktrin yang selama ini ditanamkan di kepala-kepala kita dari kecil. Padahal, kedudukan dari Bulan dan Matahari adalah sama.

“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).” (Q.S. Al-‘Ankabuut : 61)

“Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.” (Q.S. Faathir : 13)

Mari kita renungkan sejenak beberapa ayat di atas. Langit dan Bumi, Matahari dan Bulan, juga Siang dan Malam. Pasangan yang begitu serasi, seimbang dan selaras. Allah adalah Sebaik-baiknya Pencipta.

bersambung…


Learn to write

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Mata Pensil’s story.