Disunting oleh : Ama Achmad

Mengunjungi Silvacane d’Lourmarine

Penantian serasa usai pada sunyi sungai Durance yang mengalungi Lourmarine dengan ucapan selamat datang Juni.

Kau, dan berbait-bait doa menjelma nyanyian Daud untuk Tuhan.

Sajak-sajak hening lembut sebelum disentuh langit. Sebelum dan setelah, kau terbenam dalam khusyukmu.

Doamu serupa kecupan mesra rinai hujan.

Angin timur tak henti menelusup sum-sum.

Menyisipkan dingin di antara buku-buku dan perpustakaan gereja.

Dan kau, berselimut kata-kata yang tak henti memujiNya.

Dinding-dinding turut bersimpuh di bawah kubah langit malam.

Siapa yang tak luruh pada lantunan kidung agungmu?

Segugur ivy kemarau, sewangi lavender dalam cahaya lilin yang mempersembahkan diri dalam jalinan jari-jemari.

Lalu, aku berdiri dan,

“Au revoir”

Segala menjadi kenangan.

Like what you read? Give Mata Pensil a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.