Nevermind, album Nirvana
Sambodo Sondang
41

“Sebagai seorang bocah yang barusan mimpi basah, mendengar nirvana akibat suara tape keras milik kakak adalah hal yang mendebarkan.”

Sebagai grunger karbitan, saya mengerti betul bagaimana peran nevermind dalam menjaring grunger newbi. Lha mao gmana lagi, grunge yg diusung mudhoney, the melvin dkk kurang nge-blend sama kuping abg labil yg sedang mencari jati diri.

Nah, selepas abg labil mendengarkan nevermind, selanjutnya terserah mereka. Mao lanjut jadi grunger sejati ato jadi karbitan. Saya sendiri sempet mencoba jadi grunger sejati. Pearl jam, alice in chain, mudhoney, stone tample pilots, silverchair, smashing pumpkins, bush, dan rekan sejawatnya saya lalap abis. Plus tidak lupa sejarah mereka. Biar pede dan pantas disebut grunger sejati. *Tp gagal, lha saya njut kepincut weezer (abaikan).

Perihal nevermind “membesarkan” atau “mengecilkan” grunge, saya tidak mau terjebak di situ. Ibaratnya; grunge itu ayam goreng, nevermind itu ayam goreng krispi. Lebih menarik untuk orang yg bosan/blm pernah makan ayam goreng. Kalo pecinta ayam goreng sejati, semua varian ayam goreng pasti doyan dong.

Kembali ke nevermind … pada akhirnya album nirvana favorit saya adalah in utero, tp bagemanapun juga, nevermind merupakan album legendaris yang mampu membaptis buanyak anak muda menjadi grunger. Dari anak muda yg rapi atau biasa saja, jadi anak muda yang kotak-kotak dan jins belel lusuh.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.