Berlian

Mengkristalkan memori menjadi sebuah rangkaian kalimat untuk dapat diingat.

Ada yang berbeda dengan senin pagi di bulan September. Nyanyian burung-burung masih menyapa, angin masih berhembus lembut menyambut. Namun, saat ini sang surya sedang meredup, alpa untuk bertugas layaknya tiap hari membangunkan orang-orang di sekitarnya.

Ada yang berbeda dengan senin pagi di bulan September. Kala itu, semua terasa melambat, sepertinya semesta sedang berkompromi melakukan pembuktian teori relativitas waktu. Atau mungkin ada yang terlampau cepat? Atau bahkan memang tanpa sadar aku yang memperlambat semuanya ini?

Ada yang berbeda dengan senin pagi di bulan September. Saat kertas-kertas bertebaran tak karuan, di situ pula lah segala hal menyeruak ingin berteriak. Mata tertutup. Tanpa sadar, sekejap kemudian ruangan itu kosong dan kehadiran suara yang menggema sebelumnya, ternyata hanya ada di dalam pikiran, tak dapat dikeluarkan. Mungkin tepatnya, memang tidak ada energi untuk melepaskan gema itu.

Seorang bijak pernah berkata, ketakutan hadir untuk menunjukan bahwa manusia itu lemah. Tapi di lain sisi, dia yang menunjukan bahwa manusia dapat berubah dan mengubah dirinya sendiri, juga orang lain. Percayalah.

Dan, berbeda itu pertanda adanya suatu perubahan. Pastikanlah itu untuk sebuah kebaikan. Tetaplah menjadi berlian. Terimakasih untuk segalanya.

Terima kasih.