Mawar

Hari itu tanah berbisik, “aku tak lagi cinta”

Beribu kali aku dengar dari langit, bisiknya kencang bergema

Tapi kapankah tanah pernah berhenti menumbuhkan mawar berduri

Tanah berkilah belas kasihan mungkin dibutuhkan untuk hidup

Lalu aku bisikkan dari langit,

“Mungkinkah saat itu tiba kamu harus melihat keatas langit”

Tanah kembali berkata karena mawar itu berduri dan langit tidak menyimpan kisah

Sedangkan langit setia sekali mengawangi tanah dalam semua kisahnya

Adakala kah saat dimana langit dan tanah bersatu

Bodoh sekali aku, kamu, kita, jika berkata “ya”.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.