Bekerja
Saya senang bekerja, bermanfaat dan merasa dibutuhkan oleh orang lain. Saya kerjakan apa saja yang bisa saya kerjakan, baik dengan semangat menggelora maupun sambil ogah-ogahan, saya tetap melakukan pekerjaan yang sedang saya kerjakan itu, terlepas pekerjaanya selesai atau tidak, yang penting saya sudah berusaha melakukan pekerjaan yang sedang dikerjakan itu. Waktu kecil, saya pikir orang dewasa yang bekerja pergi pagi pulang sore itu, betul-betul bekerja beraktifitas total dari pagi sampai sore, tidak diam, berkerja dan terus bekerja dari mulai tiba di tempatnya bekerja sampai waktunya pulang. Polosnya pikiran saya adalah bekerja ya bekerja sajalah, imbalan akan datang sesuai dengan hasil pekerjaan saya, kerjakan dengan baik dan benar. Rupanya ketika saya dewasa dan berhadapan dengan pekerjaan yang diberi imbalan, kadang-kadang imbalan rasanya lebih besar dari pekerjaanya, atau bahkan sebaliknya, jika setimpal ya memang begitulah seharusnya.
Hari ini saya bekerja namun tidak ada yang memberi imbalan yang berupa nominal, beda dengan kemarin saya bekerja dan mendapatkan imbalan dengan nominal. Saat bekerja dengan imbalan yang bernilai nominal tertentu dengan dibayarkan rutin setiap bulannya, hukum kesetimpalanpun kadang menjadi rancu. Ada semacam negosiasi di awal akan jumlah imbalan yang akan diberikan jika kita melakukan pekerjaan tertentu, kemudian bekerjalah baik dengan sepenuh hati maupun ogah-ogahan, objektifnya pekerjaan selesai, imbalanpun didapat. Pengulangan pekerjaan berimbalan ini terus menerus dilakukan dan berulang semenjak dari mulai saya bekerja berimbalan sampai detik ini. Menuliskan ini adalah pekerjaan saya yang tidak memiliki imbalan nominal, saya melakukannya dengan sukarela tetapi dengan niat tetap bekerja dengan objektif untuk tetap produktif dan tentu saja juga untuk menjaga kewarasan. Banyak lagi jenis pekerjaan lain yang saya kerjakan dengan sukarela maupun berimbalan.
Dari sekian banyak pekerjaan yang sudah saya kerjakan itu, saya merasa saya kurang pandai dalam melakukan negosiasi imbalan, atau jika harus menominalisasikan pekerjaan saya. Banyak yang berakhir sukarela atau kesadaran pemberi pekerjaan saja pantasnya memberi imbalan saya seperti apa. Juga karena desakan kebutuhan ekonomi yang memaksa saya menentukan imbalan sesuai, bahkan kadang lebih dari yang saya butuhkan. Komitmen berkeluarga menambah kompleksitas misteri kebutuhan dan nominalisasi serta ketakutan akan rasa kekurangan sesuatu di masa depan yang harus disiapkan dari sekarang, terutama untuk keturunan saya berikutnya. Hari ini saya bekerja dengan sukarela, namun memiliki laten untuk bisa juga memenuhi kebutuhan hidup saya dan keluarga, caranya dengan terus bekerja, walaupun hanya dengan berfikir dan atau menuliskan apa yang sedang saya fikirkan ini.
Dalam hati saya selalu saya niatkan saya sedang bekerja, baik ada imbalan ataupun tidak, kerjakan saja dengan baik dan benar. Tidak mudah ketika imbalan tidak ada, atau ketika mengharapkan ada imbalan. saya hanya ingin bekerja, beraktifitas dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Juga tidak mudah dengan realita ekonomi seperti hari ini, ketika semua harus dinominalisasikan. Tuhan menjamin semua ciptaanya untuk bisa hidup dan bertahan, memberikan berbagai fasilitas dan sumberdaya untuk dimanfaatkan oleh kita baik sadar ataupun tidak, dan itu saya yakin. Ini pun tidak mudah, menjaga keyakinan adalah bagian dari pekerjaan saya dan harus diusahakan. Saya berusaha dan mengerjakan pekerjaan yang bisa saya kerjakan dalam rangka menjalankan kehidupan ini agar sedikitnya lebih berarti. Idealnya semua yang saya lakukan adalah pekerjaan, stigma bekerja selalu berimbalan bernominal akan selalu membayangi, selama tatanan hidup kita terutama dikota yang harus selalu melulu dinominalkan.
Saya bekerja untuk bisa menjadi bagian kecil dari pekerjaan besar yang bisa menjadikan setiap pekerjaan memiliki imbalan yang setimpal dan bukan pula berarti sama rata sama rasa, bukan pula setimpal karena punya modal. Saya ingin bekerja untuk bisa setidaknya di lingkungan atau keluarga saya memiliki pemikiran tentang bekerja yang tidak seperti stigmanya. Selamat bekerja!
-Rejeki moal pahiri-hiri- pepatah sunda.
