Kecerdasan Majemuk itu mengingatkan Bagan yang kayak Bacang itu

Yah bacang, makanan berbentuk limas segitiga yang terbuat dari nasi dan didalamnya ada sayur campur daging. Manusia itu seperti bacang, kalo dibuat bagannya kira-kira seperti berikut :

Ini adalah bagan limas citra manusia punyanya Profesor Primadi Tabrani. Bagan ini merangkum bagaimana jika manusia di citrakan, terdiri dari empat bidang segitiga yang saling terhubung. Bidang ICF (RASIO, FISIK, gerak), ICG (RASIO, KREATIF, imajinasi), IGF (FISIK, KREATIF, perasaan), dan CGF (gerak, imajinasi, perasaan) dimana I=Intuisi, C=Correctness, G=Goodness, dan F=Fitness.

Dua kata yang mewakili bagan ini menurut Profesor Primadi adalah kata “feeling into”, yaitu kondisi dimana terintegrasinya semua komponen limas citra manusia, walaupun hanya sekejap. Variasi keempat bidang ini bisa saling menonjol. Contoh yang sering di ungkapkan oleh Profesor Primadi adalah pada kegiatan olahraga hoki, karena beliau seorang atlit hoki, atau kadang beliau mencontohkan pada atlit bulutangkis juara dunia, dimana mereka mengalami feeling into saat bermain olahraga tersebut, berhasil melakukan gerakan-gerakan yang sepertinya tidak mungkin dan mampu mencetak poin dengan gemilang.

Ini pun yang terjadi pada kecerdasan majemuk, ketika aktifitas seseorang ditunjang oleh kerjasama dari berbagai kecerdasan yang ada, menonjolkan salah satu kecerdasan lainnya, sesuai dengan aktifitasnya. Hal ini yang kemudian membuat saya teringat kembali limas citra manusia, entah itu berhubungan dengan kecerdasan atau tidak, saya hanya melihat kombinasi variasinya yang mirip. Manusia yang tercitrakan oleh bagan bacang tersebut di olah oleh kecerdasan majemuk, dan kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan dominasi kecerdasan yang ada pada 8 kecerdasan majemuk.

Walaupun sampai sekarang saya belum memahami betul bagan bacang ini, dengan mengetahui kecerdasan majemuk ini, bagi saya seperti menambah bagian kecil sudut pandang saya terhadap bagan limas citra manusia ini. Mengingatkan kembali ketertarikan saya akan profesi saya dan cita-cita lama saya. Kombinasi dan variasi dari sebuah pola yang mulai terlihat wujudnya, semoga.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.