Ketika Ada yang Tiba

Aku pernah ingin mengunci puisi rapat-rapat, tak membiarkan seorang pun mengintipnya — walau cuma lewat jendela.

jakartans [credit: cheryl purnama]

Di Jakarta semua orang risau dan terburu-buru, membercandai puisi, seperti ia hanya deretan kata-kata yang tak punya arti.

Di pasar orang-orang berlalu-lalang. Riuh seperti hati yang minta diselamatkan.

Tapi aku? Aku hanya pernah ingin mengunci puisi rapat-rapat. Membiarkan kata-katanya berserakan memenuhi sudut-sudut rumah, pada lipatan-lipatan karpet, bahkan di balik daun jendela.

Dan tiba suatu hari aku mendengar ada suara ketuk pintu. Di depan ada yang baru saja tiba.