Semua Itu Ada Masa Jayanya

Ery Prihananto
Aug 24, 2017 · 3 min read
Matt Anderson

Bismillah. Assalamu’alaikum

#KamisMenulis kali ini akan kita awali dengan sebuah quote

Semua itu ada masa jayanya. tetep fokus pada bidangnya saja. Banyak temen2 yang fokus nggk ikut2 trend sudah jadi elite author alias milyarder. — Fitra

Sekitar 2 bulan ke belakang ini saya sedang sok sibuk menjadi freelance designer multi talent. Saya mencoba semua jenis pekerjaan desainer. Mulai dari icon, ui/ux, vector, web desain, app, poster, font dll. Saya juga mencoba memasuki semua market yang ada, shutterstock, creativemarket, iconfinder, freepik dll. Pokoknya saya mencoba semuanya. Ibarat datang ke kondangan pernikahan, semua hidangan saya cicipi sedikit-sedikit. Dan seperti itulah yang saya dapati dari eksperimen saya selama 2 bulan ini. Pada setiap bidang saya hanya mendapatkan ilmu yang sedikit dan pada setiap market saya hanya mendapat earning yang sedikit-sedikit pula. Semuanya mentah tanpa totalitas sama sekali. Oh iya sebelumnya saya sendiri fokus di dunia perlogoan, ini pun sama masih jauh dari kata matang, tapi udah berani-beraninya berpaling ke lain hati :D

Kenapa bisa begitu, maka jawabannya adalah karena tergiur dengan pundi-pundi dollar yang dihasilkan dan ditunjukan oleh para pelaku dari setiap bidang desain dan market yang ditekuni. Gak jauh-jauh dari godaan dunia. Kapok? Ya saya rasa sudah cukup berkeksperimennya. This is not a good idea :D

Tapiiii.. ada 1 hal berharga yang saya dapat dari sini. Dan ini insya Allah bisa teman-teman jadikan motivasi untuk istiqomah di bidang desain masing-masing tanpa tergiur oleh trend yang sedang berlangsung. Hal berharga itu adalah

Ternyata semua bidang desain dan market sama-sama menghasilkan bila benar-benar ditekuni dengan baik

Misal kita lihat sekarang ini lagi booming font. Taruhlah si desainer font ini bisa menghasilkan $10.000 dari karyanya. Maka saya berani bilang bahwa desainer lain baik itu desainer icon, ui, logo, vector atau lainnya juga bisa mendapatkan $10.000 dengan berkarya di bidang dan marketnya masing-masing. Tentu bila ada rejekinya ya, kita gak boleh melepaskan faktor yang 1 ini :) (tentang rejeki desainer bisa dibaca di sini).

Oh iya angka di atas hanya contoh saja ya, karena aslinya bisa jauh di atas itu :D. Mungkin inilah yang menjadi penyebab beberapa desainer putar haluan menjadi desainer yang sedang trend sekarang. Salahkah? Saya gak berani mengatakan hal ini salah, bila mampu ya silahkan saja, siapa tau memang rejekinya ada di situ :)

Nasihat dari para sesepuh. Bila bidang yang kita jalani belum begitu menghasilkan, sabar dan fokuslah. Terus tingkatkan kualitas, belajar lagi, tanya ke ahlinya dan tentunya berdoa kepada yang maha kuasa.

Tapi setelah menjalani 2 bulan ini, saya memutuskan untuk kembali ke fitrah saya di dunia logo dan menekuninya lebih dalam lagi :)

Terima kasih kepada mas Fitra yang sudah mengingatkan :) Dan kepada istri saya yang juga mengingatkan untuk kembali fokus ke desain logo, karena dia belakangan melihat saya terlihat seperti orang bingung karena mempelajari banyak hal dalam waktu bersamaan :D

Nah ini ni enaknya punya istri, kalau udah agak belok ada yang ingetin. Jadi bagi desainer yang belum nikah, segeralah menikah agar tidak salah jalan #LohKokJadiKeSini :D

Jadi kalau begitu, saatnya kembali ke medan perang perlogoan, Bismillah.

#FreelancerLife

)
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade