Rongga-rongga pikiranku telah sepenuhnya didiami olehmu. Ia memutuskan menetap, bahkan menyandera keinginan-keinginan yang ingin melenyapkannya. Kubiarkan legam-mayang keindahanmu terus menari-nari dikepalaku, mencipta rindu yang enggan berkemas pulang.

Kisah ini sudah berkali-kali berulang; bertemu, lalu berpisah tanpa alasan. Dan rindu kembali menjadi ujian tersulit yang harus diselesaikan, oleh si seorang diri yang selalu ditinggalkan.