Tercipta wajahmu seketika, dalam sunyi dan dalam kubang rindu yang tiba-tiba penuh terhanyut.
Mata terantuk kosong, bibir terkelu, dan pikiran masih sibuk mengemas ingatan-ingatan tentang keindahan bujur setengah melingkar yang kumaknai dari runut nyata sapa parasmu.
Ternyata, rasa itu datang begitu saja tanpa rencana.
Tahu-tahu, hadirmu yang sekejap,
mencipta muara rindunya.
Tidak peduli, jika jemari belum sampai bergenggam, yang pasti, kepadamu hati ini kuyakini. -As