Etsa Juwita Sari
Sep 3, 2018 · 3 min read

Allah tahu bahwa wanita itu tidak tahan dari panasnya matahari yang menghitamkan kulit, dari dingin malam yang menusuk, atau dari sorot mata laki-laki yang bernafsu, sehingga Allah mengatakan dalam kitabNya wanita harus mengenakan hijab sebagai pelindung mereka didunia.

Masha Allah, sampai segitunya cara Allah memprioritaskan wanita di dunia.

Selama ini cerita-cerita tentang pelecehan seksual hanya pernah aku dengar tidak secara langsung. Sampai pada suatu hari, aku menjadi saksi.

Beberapa bulan melakukan perjalanan tegal-Jakarta via kereta api malam, aku mengalami banyak kejadian, salah satunya kejadian yang ga menyenangkan.

Pernah suatu hari, aku merasa dibuntuti oleh seorang lelaki yang duduk tak jauh dari tempatku duduk di dalam kereta. Kuperhatikan dengan sudut mataku, tak lepas-lepas pandangannya dari memandangku. Karena ketakutan, aku berpura-pura turun di stasiun Bekasi (padahal aku hanya pindah ke gerbong kereta lain dan mengamankan diri). Sejak saat itu, aku selalu memilih duduk di gerbong pertama karena ketika suatu saat terjadi kejadian yang sama, aku bisa pindah ke gerbong lain tanpa takut terlacak karena ada banyak gerbong di belakang.

Di suatu hari lain, pernah ku menaiki taksi dan tak sadar kupilih melewati jalan tol. Pikirku lewat tol dapat lebih cepat dan tak macet, walau kutahu tentu saja tak akan macet karena aku berkendara di dini hari sekitar pukul 02.00 WIB seorang diri. Ternyata, supir taksi memacu mobilnya sangat kencang di jalan tol, saking kencangnya hingga alarm di taksi berbunyi karena ia telah melaju dengan kecepatan melebihi SOP Perusahaan. Saat itu ku menyadari, bahwa jika lewat jalan tol, lebih-lebih pada dini hari yang sepi, aku tak dapat membuka jendela dan meminta pertolongan.

Saat itu, aku lemas, pasrah, hanya asma Allah yang bisa kusebut dalam hatiku. Sejak saat itu, apapun yang terjadi, aku tak pernah melewati jalan tol di dini hari.

Di hari yang lain, Alhamdulillah bukan aku yang mengalami.

Pada waktu itu, saat sedang menyeduh teh hangat di gerbong restorasi, ada perempuan tak jauh dr kursi tempatku duduk, ditegur oleh petugas kereta karena terlalu lama duduk di gerbong restorasi yang mana sebaiknya gerbong restorasi hanya boleh digunakan untuk makan.

Akan tetapi alasan perempuan itu membuatku dan semua orang yang mendengarnya terkejut. Ia mengaku dipegang pahanya oleh orang yang duduk di sebelahnya sehingga ia memilih untuk ke gerbong restorasi. Ia tidak berani melapor karena takut akan turun di stasiun yang sama dengan orang yang duduk disebelahnya, kemudian diikuti.

Astaghfirullah…

Betapa sulit wanita untuk terus menjaga dirinya dari tatapan nafsu laki-laki.

Aku jadi menyadari, untuk itulah Allah memberi perintah bagi para wanita untuk menutup auratnya rapat-rapat.

karena mau tak mau, cara berpakaian adalah salah satu penyebab pelecehan seksual terjadi.

Oleh karena itu, semenjak kejadian itu, selalu berusaha untuk kututup auratku rapat-rapat, terlebih bila pergi seorang diri tengah malam tanpa ditemani oleh mahram.

Gamis yang besar, dan cadar kugunakan pada malam itu.

Efeknya sungguh terasa.

Tak seorang pun menganggapku ada. Tak ada seorang laki-laki yang melihatku lekat-lekat, bahkan berbicara padaku pun mereka segan.

Aku merasa aman. Aku merasa hangat. Aku merasa bersyukur.

Tak peduli apakah aku terlihat menarik atau tidak, karena hanya Allah satu-satunya pelindung yang aku punya. Karena menarik di dunia, bukan berarti akan menarik pula di Akhirat.

Menaati perintahNya tak akan membuat kecantikanmu meredup, karena permata walaupun ada di dalam lumpur, ia akan tetap bersinar dan dicari.

Lagipula, jodoh yang baik didapat dengan mendekatkan diri pada yang mengatur, Allah, sehingga menjalankan kewajibannya merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan diri padaNya. Tak perlu lah kau khawatir masalah jodoh.

Setiap hari aku belajar,

Walau sulit, aku akan memulai.

Akhlakku masih jauh dari kata sempurna. Namun setidaknya, aku telah menaati salah satu perintah Tuhanku, dan aku bangga.

    Etsa Juwita Sari

    Written by

    A small town girl with a big city dream.

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade