
Sebuah iklan lowongan pekerjaan yang mencari seorang Product Manager menyebutkan bahwa mereka membutuhkan orang yang benar-benar pay attention terhadap hal-hal detail. Lalu kita bertanya-tanya, bukankah setiap pekerjaan membutuhkan kemampuan seperti itu? Tidak hanya Product Manager saja kan?
Untuk memudahkan penjelasan tersebut, mari kita misalkan pekerjaan Product Manager itu dengan membuat roti selai kacang, anggaplah roti ini adalah sebuah aplikasi mobile. Jika ditanyakan kepada orang awam, cara membuat roti selai kacang ya hanya dengan mengoleskan selai kacang itu ke roti. Tapi tidak demikian jika kamu adalah seorang Product Manager karena pastinya kamu akan menjelaskannya dengan cara seperti di bawah ini:
- Buka kulkas dengan perlahan dan ambil roti yang ada pada rak nomor 2 di atas rak sayur. Rotinya berada dalam plastik berwarna putih yang diikat semacam karet. Taruh roti di tangan kiri.
- Ambil selai kacang berlabel “Skippy” dengan botol bertutup biru yang terletak di rak kulkas bagian pintu. Rak yang nomor 2 bagian tengah. Ambil dengan tangan kanan. Lalu tutup kulkas dengan lengan kanan.
- Letakkan roti dan Skippy di meja dapur. Lalu ambil piring roti yang ada di tempat piring basah. Ambil dengan tangan kanan lalu ambil pisau roti dengan tangan kiri.
- Letakkan pisau dan piring di meja dapur dekat roti dan Skippy. Buka Skippy perlahan memutar ke kiri, longgarkan dan buka lalu taruh tutupnya di meja dapur. Ambil pisau lalu angkat sedikit Skippy lalu mulai colek perlahan selai kacang, dengan gerakan memutar sebanyak 2 kali. Letakkan botol Skippy kembali di meja dapur dan letakkan pisau berselai di piring.
- Buka perlahan plastik roti dengan menarik karetnya. Sebarkan plastik dan masukkan tangan untuk mengambil 2 tangkup roti. Letakkan di piring lalu kembali tutup plastik roti dengan memutar karet.
- Angkat dua roti untuk mengambil pisau berselai kacang, letakkan berjejer rotinya sambil tetap memegang pisau.
- Angkat roti pertama dengan tangan kiri dan pisau berselai di tangan kanan. Oleskan selai perlahan ke atas roti dengan gerakan ke kiri lalu kembali ke kanan. Lakukan perlahan dari bagian atas roti hingga ke bawah.
- Letakkan roti pertama lalu ambil roti kedua dengan tangan kiri. Lakukan hal yang sama dengan yang ada pada langkah ke-7.
- Setelah selesai memoles, tangkupkan kedua roti dan tahan lalu potong bagi dua dengan gerakan bergeser dari atas ke bawah.
- Setelah selesai siap disajikan.
Jika dilihat lagi ya, sebenarnya alur di atas masih kurang rinci lho. Bisa dipersempit kembali supaya dari proses itu hasil akhirnya benar-benar detail.
Kira-kira seperti itu cara berpikir seorang Product Manager. Skip satu langkah saja maka bisa dibilang keseluruhan fitur akan berantakan dan menimbulkan bug. Bukan itu saja, kelupaan satu langkah bisa mempengaruhi seluruh timeline development. Yang seperti ini bisa menimbulkan drama dengan developer kamu karena sudah masuk development tapi ada satu flow yang tidak lengkap.
Ini untuk development, demikian halnya dalam meng-handle bug. Mungkin user kamu hanya akan memberikan screenshot yang kadang tidak disertai dengan URL atau keterangan lain, ya intinya selalu berpikir bahwa user tuh tidak akan sedetail kamu dalam berpikir, mereka cenderung mau segala sesuatu menjadi mudah dan dapat diselesaikan dengan cepat. Jika tidak ada solusi yang ringkas dan cepat, entah user kesal, bosan dan parahnya lagi malas untuk menggunakan produk tersebut (kalau sudah sampai tahap ini kan sedih banget ya).
Itulah mungkin mengapa Product Manager dituntut untuk selalu berpikir detail saat menciptakan suatu fitur. Siapa yang pernah menyangka bahwa untuk double-tap foto/like foto di Instagram ternyata membutuhkan flow yang tidak singkat dan tidak sedikit.
