You Deserve To Be Alone

Kesendirian itu tidak pernah menyebalkan sebetulnya.

Tidak…ini bukan berbicara tentang relasi atau hubungan percintaan yang biasanya dibesar-besarkan oleh banyak orang.

Kamu merasa bahwa kesendirian itu menyebalkan karena kamu terbiasa hidup dengan standar lingkungan yang menistakan kesendirian.

Kesendirian diciptakan oleh manusia karena kebutuhan untuk berkumpul yang tidak terlaksana.

Kesendirian diciptakan oleh lingkungan yang terbiasa dengan kebersamaan.

Kesendirian tidak pernah menjadi standar kebahagiaan.

Bahagia itu harus berdua.

Harus lebih dari satu orang.

Padahal bahagia adalah sebenar-benarnya soal bagaimana seorang manusia menikmati kebebasan dan kuasanya atas ego sendiri.

Kesendirian dihubungkan dengan ketidakmampuan dalam menciptakan suatu hubungan.

Kesendirian dikelompokan sebagai suatu kategori keadaan yang butuh pertolongan dengan segera.

Kesendirian tidak pernah dilihat sebagai hak seseorang untuk membuat dirinya menikmati kehidupan yang sebenar-benarnya.

Kesendirian mengucilkan sebuah pribadi yang menyenangkan ke dalam kubangan kesedihan tak berguna.

Kesendirian menjadi nyanyian sunyi sedih yang tidak ingin didengar oleh siapapun.

Padahal….

Kesendirian melahirkan ketenangan jiwa.

Dia membuat seseorang terbebas dari ikatan dan tuntutan hidup yang semakin menggila.

Kesendirian tidak mengharapkan balasan.

Kesendirian tidak butuh digembar-gemborkan.

Kesendirian menyulut perdamaian dengan diri sendiri.

Kesendirian tidak merugikan.

Kesendirian itu mahal.

Ya, andai semudah itu manusia merasa bahwa kesendirian adalah bentuk lain dari bahagia.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.