Gandhi dan Sepasang Sandal

Eunike Cahya
Dec 3, 2019 · 2 min read

An eye for eye only ends up making the whole world blind.” -Mahatma Gandhi

Siapa yang tidak mengenal sosok Mahatma Gandhi? Beberapa mengingatnya sebagai seorang guru spiritual, yang lain meningatnya sebagai politikus. Saya sendiri mengingat kisah demi kisah sederhana-nya yang dituturkan dari mulut ke mulut. Bukan gerakan politik ataupun anti kekerasannya, Tapi kisah sederhana yang mungkin jarang kita temukan dalam periode sekarang ini.

Salah satu yang membuat saya teringat adalah kisah Gandhi ketika berusaha mengejar kereta yang sudah berjalan. Dalam usaha yang ia lakukan untuk naik ke kereta, ia kehilangan sebuah sandal-nya karena kecepatan kereta yang berjalan. Yang menarik adalah seusai ia kehilangan sebuah sandal, ia melempar sandal satunya yang masih ia miliki. Kemudian sembari berkata “Sekarang orang yang menemukan sandal tersebut bisa memakainya”.

Ini adalah satu kisah sederhana yang bisa dialami siapa saja termasuk Gandhi. Dari kisah Gandhi tersebut saya belajar banyak tentang moral dalam mengasihi yang berusaha saya bawa hingga dewasa. Kita sebagai manusia terlalu fokus dalam melakukan gerakan politik untuk membebaskan sebuah negara yang terjajah. Sehingga sering melupakan tindakan sederhana yang kita lakukan lebih berdampak.

Memang, pekerjaan menjadi seorang aktivis yang membenarkan tindakan mana yang benar dan mana yang salah menjadi idaman akhir-akhir ini. Namun kemudian apakah para aktivis tersebut melakukan untuk kebaikan sesama atau hanya untuk merasa lebih baik tentang dirinya sendiri? Menjadi sebuah pertanyaan klise bagi saya dan kalian semua.

Sebagaimana yang disebutkan Gandhi bahwa kemanusiaan itu seperti lautan, jika beberapa tetes dari air laut itu kotor, lautan sendiri itu tidak akan menjadi kotor. Pada masa seperti ini sangat mudah bagi kita untuk menghakimi apa yang menurut kita salah. Namun, jangan sampai kita melupakan fakta tidak ada yang rusak dalam kehidupan dan kemanusiaan itu sendiri. Namun mungkin kita hanya salah menggunakan kacamata.

Be kind even if no one is looking.

Eunike Cahya

Written by

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade