Menyoal Please Stand By dan Star Trek

Please Stand By, Magnolia Picture. Sumber
Everything will be okay, Scottie had said so but where was that tiny speck of light travelling through the univers different the others hoping to get where it’s going to where it belongs” -Wendy, Please Stand By

Please Stand By merupakan sebuah kalimat dari Scottie (Tony Collette) kepada satu karakter untuk Wendy (Dakota Fanning) yang digunakan sebagai judul oleh sutradara Ben Lewin. Film ini menceritakan perjalanan Wendy, seorang remaja yang mengidap spektrum autis untuk mengirim skenario nya dan lebih dari itu untuk memahami dirinya dan dunia. Untuk bagaimana persisnya film ini dikisahkan dapat lebih lanjut disini.

Star Trek menjadi bagian penting dalam alur film ini. Wendy yang mengidentifikasikandiri sebagai Spock, salah satu karakter dalam franchise Star Trek. Proses identifikasi dari Wendy ini adalah bentuk implikasi Star Trek dan budaya pop yang membentuk penggemar.

Please Stand By menjadikan karakter dari Spock sebagai pondasi alur cerita, yang digunakan sebagai personifikasi dalam karakter Wendy. Sebenarnya ini bukan kali pertama. Sekalipun dalam franchise Star Trek, ia bukan merupakan karakter utama namun kedekatannya pada realitas penonton.

Karakter Spock digambarkan sebagai sosok yang memiliki kecerdasan tinggi yang mengandalkan logika, namun di satu sisi masih berjuang untuk menyeimbangkan antara logika seorang vulcan dan emosi dari manusia. Banyak dari penonton memahaminya sebagai diri nya yang berusaha menyesuaikan diri dengan dunia sosial, budaya, dan berbagai macam lainnya. Sebagaimana dengan Wendy dalam film ini, beragam bentuk dari Wendy yang dipahami dan memiliki kedekatan dengan penonton.[1]

“Change is the essential process of all existence” -Spock, Star Trek: The Original Series Season 3 Episode 15

Karakter Spock maupun Wendy pada dasarnya adalah bukti dasar peran dari seni untuk mempengaruhi penikmat ataupun penonton dalam film. Dalam mepengaruhi ini juga menyangkut pembentukan diri dalam lingkungan sosial dan budaya tiap manusia (Purcarua, 2013)[2]. Film sebagai salah satu bentuk karya seni dapat membentuk pesan dan lebih dari itu pemahaman identitas pada tiap individu.

Bagian istimewa dari film Please Stand By adalah penyampaian pesan imajinasi dari karakter Wendy dalam bentuk visual Star Trek yang menjadi kedekatan dengan penonton. Kedekatan disini bukan sekadar terbatas pada penggemar Star Trek. Hal ini juga dengan kedekatan pada karakter Wendy dalam proses penyesuaian diri dan identifikasi diri yang sesuai dengan sasaran penonton.

Lebih lagi, film ini memberikan perspektif baru tidak hanya pemahaman berbeda pada spektrum autisme sebagaimana yang diangkat pada film ini. Namun juga, penonton mendapatkan emosi sejenis ketika melihat karakter Wendy. Akhirnya baik Wendy maupun Spock memberikan perspektif baru dari Star Trek dan sebagaimana budaya pop sejenis yang ikut dalam identifikasi diri penonton.

Akhir kata, Live long and prosper!

[1] https://www.extremetech.com/extreme/200031-the-meaning-and-enduring-importance-of-leonard-nimoy-and-mr-spock

[2] Purcaru, A. R. (2013). Idol or Icon ? An Aesthetic Response to Religious Question An Analysis of the Esthetic and Religious Experience. Procedia Social and Behavioral Sciences, 92