Akut dan kronis

Memilih kata akut dan kronis dalam kalimat percakapan sehari-hari adalah perkara sepele yang terkadang membuat bingung, penuh dengan jebakan Batman, dan menyebabkan kepala Barbie pening. Ada begitu banyak orang yang kurang tepat dalam membedakan akut dan kronis. Saya akan memberi beberapa contoh penggunaan kata akut dan kronis yang kurang tepat.

  1. “Ayah saya menderita diabetes AKUT selama 10 tahun. Saya selalu rutin mengingatkan beliau supaya beraktivitas fisik.”
  2. “Dok, saya menderita nyeri lambung KRONIS selama 3 hari. Walaupun baru 3 hari, tapi saya sudah tidak tahan lagi. Tolong saya, Dok!”
  3. “Bertahun-tahun dia ngibulin orang di mana-mana. Dasar penipu! Penyakitnya sudah AKUT.”
  4. “Semalam Engkong saya mengalami serangan jantung KRONIS! Untung saja kami cepat membawa ke rumah sakit. Karena baru pertama kali, kami merasa takut sekali. Mohon doa supaya Engkong lekas sembuh.”
  5. Eyang Putri saya sudah lama menderita osteoporosis AKUT. Kemarin beliau terpeleset dan langsung mengalami patah tulang. Kata dokter, osteoporosis membuat tulang Eyang Putri lebih rapuh.”

Baiklah, mungkin anda dapat menambah contoh-contoh yang lain? ;)

Gambar 1 Kebingungan dalam memilih kata akut dan kronis

Kondisi akut adalah kondisi yang seringkali parah dan terjadi tiba-tiba seperti kejadian patah tulang dan serangan jantung.(1) Kamus Besar Bahasa Indonesia juga sepakat memberi definisi akut sebagai “timbul secara mendadak dan cepat memburuk (tentang penyakit)”.(2) Secara etimologis, akut berasal dari kata Latin acutus yang berarti “tajam”.(3)

Sebaliknya, kondisi kronis adalah sebuah gejala yang prosesnya terjadi dalam waktu yang lama seperti osteoporosis atau ateroklerosis.(1) Kata kronis sendiri berasal dari Bahasa Yunani khronikos yang berarti “terkait atau menyangkut waktu”.(4)

Osteoporosis adalah sebuah kondisi kronis tetapi mampu menimbulkan patah tulang yang adalah sebuah kondisi yang akut. Serangan jantung atau dalam bahasa medis disebut infark miokardial akut (acute myocardial infarct) adalah sebuah kondisi akut tetapi disebabkan oleh sebuah proses kronis yang disebut aterosklerosis. Sebuah serangan asma akut dapat terjadi di tengah penyakit asma yang kronis. Kondisi akut dapat menjadi kronis jika tidak ditangani.(1)

Untuk contoh nomor satu, yang lebih tepat adalah diabetes kronis. Kasus nyeri lambung nomor dua tergolong akut. Kasus nomor empat Engkong mengalami serangan jantung akut. Dan nomor lima, Eyang Putri menderita osteoporosis yang merupakan penyakit kronis. Nomor tiga? Anda pasti sudah mengetahui jawabannya. :)

Bingung?

Jangan resah. Bingung adalah proses yang menyenangkan untuk memahami sesuatu. Jika bingung dalam waktu yang singkat kemudian anda segera mengerti, bingung anda tergolong akut. Kalau anda bingung dalam waktu yang cukup lama dan memerlukan proses, anda mengalami bingung kronis. :D

Referensi

  1. Hadjiliadis D. Acute vs. chronic conditions [Internet]. MedlinePlus. 2016 [cited 2016 Aug 20]. Available from: https://medlineplus.gov/ency/imagepages/18126.htm
  2. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi IV [Internet]. Balai Pustaka. 2016 [cited 2016 Aug 20]. Available from: http://kbbi4.portalbahasa.com/
  3. Lewis CT. An Elementary Latin Dictionary [Internet]. American Book Company. 1890 [cited 2016 Aug 20]. Available from: http://www.perseus.tufts.edu/hopper/text?doc=Perseus:text:1999.04.0060:entry=acute
  4. Harper D. Online Etymology Dictionary [Internet]. 2016 [cited 2016 Aug 20]. Available from: http://www.etymonline.com/index.php?term=chronic
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.