“Selamat ulang tahun wanita terhebatku”


Tulisan pertamaku, aku persembahkan untuk wanita terhebatku yg kupanggil dia “Mama”.

Selamat ulang tahun ma. Nampaknya, ucapan sesederhana itu, tak akan cukup membuatnya bahagia. Tapi setidaknya, tidak ada orang tua yg tidak ingin melihat anaknya bahagia. Dan aku, anak perempuan satu-satunya yang ia lahirkan, berharap juga hal yang sama. Membuatnya bahagia adalah keinginan terbesarku.

Selamat ulang tahun ma… Sekali lagi aku ucapkan. Permintaan sederhanaku adalah kau tersenyum ketika membacanya.

Selamat ulang tahun ma. Aku ucapkan berkali-kali. Bukan bermaksud menyadarkanmu kalau kau mulai menua. Tidak sama sekali. Bahkan, usia bertambah puluhan tahun pun tak membuatmu semakin menua. Kau akan terus terlihat cantik dimataku.

Selamat ulang tahun ma. Ku ucapkan lagi dan lagi. Sebab itu, aku ingin mengatakan kau adalah wanita terhebatku. Sekian waktu sudah kau lalui, sekian banyak sedih, senang, suka, duka, tangis, tawa sudah menjadi temanmu sepanjang usia. Aku menjadi saksi sebagian usiamu kau habiskan. Jika Allah bisa bertanya langsung padaku tentangmu. Aku akan menjawab bahwa kau adalah wanita terhebatku.

Terimakasih untuk tetap ada ma. Terimakasih untuk selalu ada. Terimakasih, bahkan seribu kalipun kuucapkan terimakasih, takkan pernah terbalaskan jasamu.

Semoga kau selalu bahagia dan semoga aku adalah salah satu alasanmu untuk bahagia.

Like what you read? Give Penikmat Sunyi*** a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.