Artificial Intelligence di Bandara

Bepergian ke luar kota menggunakan pesawat adalah satu hal yang cukup melelahkan. Meskipun perjalanan pesawat hanya dalam hitungan jam. Terkadang rasa lelah muncul pada waktu tunggu sebelum keberangkatan pesawat. Sebuah bandara yang memiliki ribuan jam terbang setiap hari nya akan memancing banyak sekali antrian, mulai dari antrian check-in tiket, verifikasi data paspor, hingga antri toilet. Terlebih pada musim liburan yang sebentar lagi akan tiba.
Untuk mengurangi rasa bosan dan emosi dari pengunjung bandara, beberapa inovasi pun bahkan diciptakan oleh pihak bandara. Sebuah bandara di USA, Tulsa International Airport menciptakan sebuah terobosan baru demi mengenai menahan rasa bosan calon penumpang pesawat nya. Mereka meluncurkan sebuah program bernama Pet Program. Dimana mereka memiliki 30 anjing yang akan berjalan-jalan berkeliling sekitar ruang tunggu airport. Calon penumpang dapat berinteraksi langsung dengan sang anjing untuk mengurangi rasa bosan dan memberi sedikit aktivitas bagi mereka.
Tak hanya di Tulsa International Airport. Sebuah bandara di daerah Denver meluncurkan program serupa dengan nama Canine Airport Therapy Squad atau “CATS” yang berisikan 100 anjing serta beberapa jenis peranakan kucing. Hewan-hewan ini mengenakan rompi khusus bertuliskan “Pet Me” untuk memberitahu calon penumpang pesawat bahwa mereka dapat berinteraksi langsung dengan hewan-hewan yang ada di bandara Denver tersebut.

Meski terbilang cukup efektif mengurangi tingkat stress calon penumpang karena antrian di beberapa tempat pada musim liburan, nyatanya penggunaan hewan ini terbilang tidak efisien. Selain berpotensi hewan-hewan ini tidak dalam mood yang menyebabkan pengunjung tidak bisa bermain, hewan pun berpotensi untuk buang air sembarangan karena kebiasaan nya. Meski hal-hal tadi sebenar nya bisa dicegah dengan pelatihan yang tepat, nyatanya hewan yang merupakan makhluk liar dapat berpotensi untuk membelot dari aturan yang ada.
Oleh karena itu, demi mencegah tingkat stress seseorang dalam menunggu berbagai antrian di bandara, beberapa bandara sudah mulai mengadaptasi teknologi terbarukan seperti Artificial Intelligence. Meski bukan dalam bentuk hewan seperti dua bandara diatas. Adalah Pittsburgh International Airport dan Manchester-Boston Regional Airport menjadi dua bandara pionir yang mulai memanfaatkan penggunaan Artificial Intelligence untuk mengurangi rasa stres calon penumpang pesawat pada musim liburan. Alat ini bukan merupakan benda yang bisa digunakan konsumen untuk berinteraksi layaknya dengan hewan. Melainkan sebuah kamera pengawas yang mampu memberikan data yang bisa diolah untuk kemudian disampaikan pada konsumen. Kamera-kamera ini akan mencatat setiap antrian yang terdeteksi pada kemera nya, kemudian dengan teknologi Artificial Intelligence nya, data antrian tersebut akan menjadi estimasi waktu tunggu antrian. Nantinya para calon penumpang pesawat dapat mengetahui setiap estimasi yang dibutuhkan dalam sebuah antrian.

Kamera dan program yang diciptakan oleh Zensors ini diklaim dapat mengurangi rasa stres calon penumpang pesawat dalam sebuah antrian keamanan pada pintu masuk bandara. “Kami tahu proses pemeriksaan pada setiap pintu masuk bandara adalah proses yang cukup melelahkan karena waktu tunggu dan estimasi lain nya.” Ujar Anuraag Jain, penemu Zensors. “Dengan menggunakan Artificial Intelligence, kami akan menyediakan data real-time, sehingga pengelola bandara dapat mengatur pengalaman penumpang dan meningkatkan operasional mereka berdasarkan data yang mereka miliki.”

Sebelum teknologi papan informasi dengan estimasi waktu tunggu ini muncul, pernah ada suatu inovasi menakjubkan muncul dari Stanley Robotics. Mereka menciptakan sebuah valet parkir otomatis yang semua nya dikerjakan oleh robot berbasiskan teknologi Artificial Intelligence. Robot ini mampu memarkirkan semua kendaraan tanpa bantuan dari pengemudi. Sehingga tercipta efisiensi waktu bagi calon penumpang. Kalian bisa baca artikel nya disini.
Setiap bandara yang bekerjasama dengan Zensors akan mendapatkan data secara real-time dari antrian maupun data yang ingin mereka rekam. Selain mampu memberikan estimasi waktu tunggu bagi calon penumpang, Zensors juga dapat digunakan untuk memberitahu kursi mana saja yang kosong pada sebuah ruang tunggu. Sebuah cara efisien bagi calon penumpang untuk mengetahui tempat beristirahat sembari menunggu jadwal keberangkatan, tanpa perlu mengelilingi seluruh ruang tunggu bandara.
Bibliography:
