Pagi. Siang. Malam.

Pagi

1.

Hai, selamat pagi.

Sudah bangun?

Kalau sudah balaslah pesan ini.

Bicara denganku sebentar saja

Kau mau? Oh belum bangun?

Kalau belum lanjutkanlah mimpimu

Aku di sini sedang melamun

Membayangkan yang belum-belum

Agar segera datang indahnya

Kuharap akan ada pagi yang baik untuk kita

Lebih baik, dan lebih baik dari sebelumnya.

2.

Sekarang kamu pasti sudah bangun.

Mau ke sekolah?

Bersiap-siaplah dahulu.

Maaf aku di kota lain.

Kalau kita kenal lama

Dan aku ada di sana

Ingin rasanya mengantarmu

Kau mau?

Kuharap iya

Kuharap kapan-kapan

3.

Di sekolah jangan tiru aku

Di sini, di kampus, aku memikirkanmu

Aku tidak tahu kenapa

Rasanya senang saja melakukan itu

Kau tidak mungkin memikirkan aku

Atau malah aku yang salah?

Lihatlah papan tulis itu

Dengarkanlah guru-guru itu

Ada banyak uang orangtuamu

Yang tertimbun di sekolah

Jangan sia-siakan mereka

Aku berusaha berhenti

Tapi tidak tahu bagaimana caranya

Wajahmu terus saja mengisi

Papan tulis kosong di depan mataku.

Siang.

1.

Kalau siang tiba, di sana kau makan apa?

Aku di sini sehat-sehat saja

Mungkin tidak penting bagimu, atau penting?

Aku tidak tahu

Aku terus saja makan nasi biasa

Kau makan lebih enak?

Kuharap begitu

Biar perutmu kenyang

Biar kau bisa tersenyum

Sungguh di dunia ini, sepanjang hari

Tidak ada hal lain yang lebih kupikirkan

Selain bagaimana caranya membuat dirimu

Tetap tersenyum.

2.

Di sana kau pasti sedang ke kelas lagi.

Di sini mungkin aku sedang di kos.

Andai saja aku lahir terlambat

Mungkin aku yang akan ada di kelasmu

Atau menjadi tetangga kelasmu

Tidak masalah, tidak apa-apa

Aku bisa tetap bermain ke sana

Berbicara denganmu, mungkin begitu

Membuatmu tersenyum sambil main

ABCD ada berapa, atau yang lain

Kuharap ada permainan yang kau suka

Biar kita bisa main bersama, biar aku senang

Dan kau juga

3.

Saat kau pulang ke rumah

Aku sedang berangkat kuliah

Di sini panas, di sana mungkin lebih dingin

Jarang ada polisi di sini, di sana sebaliknya

Aku dulu sering memakai helm, kau pakailah

Biar kepalamu aman, biar motormu tak ditilang

Aku tahu setiap wanita tidak mau rambutnya rusak

Tapi kau tidak apa, pakailah tetap helm itu

Serusak-rusaknya rambutmu aku tetap suka

Aku pernah membayangkannya

Dan kukira itu tidak jadi soal apa

Malam.

1.

Kalau sore kau kerja apa?

Aku sungguh ingin tahu

Meski maaf, harus kubilang tak bisa bantu

Di sini, jam lima sore aku ada di kos

Pusing dengan tugas-tugas kuliahku

Tapi tidak menyerah memikirkanmu

Tetap begitu, aku terus penasaran

Aku suka mendengarmu melakukan sesuatu

Jadi tidak berpasrah pada apa yang seharusnya

Aku pun tidak akan tinggal diam

Tapi kalau kau mau diam kepadaku

Tentang sebagian aktivitasmu

Aku tidak apa-apa

Selalu kudoakan yang terbaik

2.

Malamnya kau makan apa?

Masakan ibumu? Atau makan di luar?

Kuharap makanannya enak

Mungkin kata-kataku

Tidak bisa mengantarmu

Untuk bisa tidur nyenyak

Biarlah kuserahkan kepada makanan itu

Agar matamu bisa lelap dibawanya

Tidak bangun di tengah malam, pagi buta

Biar kamu tetap sehat

Besok bisa semangat ke sekolah

3.

Kurasa hanya sebanyak ini dulu

Besok-besok aku akan bertanya lagi

Besok-besok aku akan bicara lagi

Mungkin bukan hanya lewat kata

Tapi langsung, kita berhadap-hadapan

Dan bicara berdua di sebuah meja

Sambil makan kue, atau apa saja

Sekarang sampai di sini dulu

Aku mau tidur, kuharap kau juga begitu

Sebelum menarik selimut, aku matikan lampu

Dalam bisik-bisik, kukirimkan doa ke rumahmu

Semoga kau bisa tidur nyenyak malam ini

Di sini aku ingin memimpikan senyummu

Serta lelap indah kedua bola matamu

Sekali lagi, selamat tidur buat dirimu.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Exis Wijaya’s story.