Pada harap yang entah kapan kembali
Ku rindu kau
Sebagai debat dada sebelah kiri
Tempat jantungku biasa memanggilmu
.
Entah sudah berapa kali
Aku bertemu rindu di sini
Di tepi ranjang, seraya mengeram
Kisah yang tak kan pernah mati
.
Ditemani rintik hujan yang menyentuh genting
Juga derik jangkring yang kian melengking
.
Malam ini
Hanya dingin tubuhku yang bisa memahami
Mengapa senyum kanak-kanak sunyi,
Sama kecut dengan kerinduan
