Relakan atau pertahankan?

Mungkin urang gabisa ngasih saran tp urang bakal ngasih tau pengalaman urang ketika harus berhadapan dgn pertanyaan di judul itu..

Dan kamu datang lagi, membawa paracetamol kepadaku yang pada saat itu sedang demam. Demam yang kau berikan kepadaku karena memaksaku untuk berdiri dipinggir jalan dan menyaksikanmu bercanda dengannya.

Ya aku memang bukan pria romantis yang selalu kau inginkan, tapi ini memang belum waktunya bukan? Tapi kok kamu kembali? Berarti dugaanku benar, aku bukan pria romantis tapi aku pria yang sangat lapang dada dan selalu melihat besar sisi baikmu dan menutup mata untuk kekhilafanmu.. Sayangnya aku masih terlalu muda dahulu, sehingga impian menjadikamu calonku merupakan hal yg mustahil terjadi saat itu.

Yap kita dekat lagi, semoga ini bakal lama. Namun akhir akhir minggu ini kamu datar sekali? Aku rasa aku masih sama seperti yg dulu, mencintaimu dan menginginkanmu untuk menjadi calonku..

Hari ini hari ulang tahun mu, kesiapkan kado yg menurutku cukup sosweet. Kumulai latihan piano dan menyanyikan lagu favorit kita “you still the one”nya Shania Twain j dan meminta video testimoni teman teman sekelas kita dulu satu persatu..

Kita pun bertemu, kuberi kado buatanku, yes akhirny melihatmu tersenyum lagi, its been a long time since we met. Pd saat itu lagi sibuk kuliah mungkin ya. Dan setelah itu kita pulang.

Dirumah aku coba kepo medsosmu, hmmm bagaimana ya tanggapan doi, dan waw

Dia memention sesorang-yang-bukan-namaku dan memberikan emot unyu unyu lalu mengucapkan terimakasih untuk kadonya

Hey isn it me? Who give you lil bit good gift? Ok setelah itu kucoba mencari tahu sebelumnya dan benar sudah ada lelaki lain didekatmu yg bisa membuatmu bahagia..

Saya dan kamu posisinya sama sekarang.

Dan yang bisa saya kasih tahu,

1. kalo kita melanjutkan dengan org yang udah mencintai orang lain saat dekat dengan kita, api itu akan selalu muncul setiap ada pertengkaran. Dulu saya seperti itu, sudah berbagai cara melupakan salah doi tp ada saja sedikit arang yang menyala disaat hampir semua arang udah saya matikan.

2. Memang dia sampai sekarang orang yang menurut saya paling pas jadi pendamping saya di pelaminan. Tapi apabila dia udah memilih yang lain saya perlahan mencoba Menganggap itu sudah usai karena apabil saya ttep menomorsatukan dia maka saya akan terlarut pada eternal despair, yang mungkin akan membuat saya gila! Susah memang moveon dr yang udah pas, tp lama lama saya yakin semesta mendukung pilihan saya kok!

Saya ge sampe sekarang belum nemuin pengganti dia, yang bahkan sedang hamil kalau dr cerita teman. Ga ada yang bisa saya lakuin selain menjauhi yg buruk dan ikhtiar neang gawe atau beresin S2 dan mencoba memperbanyak relasi sih dan saya yakin 3 sinergi ini apabila dimaintain dengan baik akan mengantarkan saya ke depan pintu gerbang kemerdekaan pernikahan. Aminn