Menulis Di Medium

Akhirnya saya memilih medium sebagai media lain untuk menulis. Saya sudah punya blog yang membahas tentang fashion dan saya rasa akan merepotkan kalau harus membuat blog lain.

Saya hanya membutuhkan media untuk menulis mencurahkan isi pikiran saya tanpa harus repot-repot dengan gambar yang harus saya edit atau tampilan web yang harus saya atur agar terlihat menarik. Karena saya lebih memilih utk mempunyai blog saya tentang fashion dan ini tentang pikiran saya.

“Kenapa tidak memakai buku saja untuk bercerita?”

Buku mungkin alternatif yang bagus, tapi saya membutuhkan media yang tidak akan luntur dan lapuk, layaknya tinta yang terkena air di kertas.

“Kenapa harus repot-repot membuat akun di medium kalau menulis saja bisa dilakukan di twitter.”

Karena saya tidak suka dibatasi dan twitter membatasi saya hanya dengan 140 karakter dan menuntut saya untuk kreatif & informatif dalam 1 tweet. Tapi di sini, pikiran saya tidak harus dibatasi karakter. Saya bisa mencurahkan isi pikiran yang selalu menggangu di setiap detik saya bernapas. Saya akan menulis setiap apa saja yang pernah terlintas di pikiran saya.

Tulisan saya di sini hanya buah pikir dari saya yang berharap bisa melepas sedikit gundah yang ada di hati dan penat yang bersarang di pikiran.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated FAHMY HARYANDI’s story.