Kamerad Jingga

Fakhriy Ramadhan
Nov 7 · 3 min read
Barudak Jingga pada Proses Pendewasaan

Melihat sebuah perpisahan teringat kembali sebuah perjuangan, seperti suatu kenangan persis yang digambarkan oleh video Pasar Seni 2014. katanya “Saat masing-masing kita keluar dari persembunyian, saat masing-masing kita berkumpul untuk mengerti dan saling bicara. saat komitmen itu ada rasanya seperti berpisah saat tidur dan berjanji akan bertemu lagi dalam mimpi yang sama. untuk tidak sekedar datang lalu pergi dan dilupakan, atau mungkin hanya untuk mengenang teman lama yang bertahun-tahun bersama tapi belum kenal juga” (Pasar Seni, 2014). Menjelang detik-detik terakhir itu, dikampus saat mengingat kembali jejak ke IMG, Labtek IX C, Pilotis Geodesi, Perpus Gd, Lap. Senirupa, Dokar, 86, Mesjid Salman, dan Kubus. Di ruang dimensi waktu, terngiang “Halo! dari mana?”, “eh lu ke IMG? bareng dong”, “Tiati pulangnya”, “lu telat kelas? haha gw juga”, “Laper nih, makan yok kedepan”, “-3”, “Woy lampu matiin”, “ayo! udah lama ga ayo!”, “Acungkan Tinju!”. Rautan wajah, mimik muka, gerakan tangan, langkah kaki, dan bahasa tubuh yang dikenal ternyata berbekas dalam benak.

Sebenarnya…

Apa yang membuat seseorang sangat berarti, patut disanjung dan layak dikenang. Apa arti teman selama ini? siapa yang akan dimintai pertolongan saat situasi genting atau sekedar ingin meluapkan cerita? siapa yang menjaga senyum, riang, dan canda tawa? siapa yang membuat bertahan dan menguatkan saat ingin berlari atau keluar dari permasalahan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul dalam benak saat memaknai mahalnya waktu yang dimiliki teman-teman saat ini untuk bisa sekedar mengulang kembali. Seperti Laura Vanderkam dalam pidatonya bahwa saat umur terus berjalan akan memasuki fase memilih prioritas. Membina karir, pengembangan diri, dan hubungan menjadi 3 kategori yang perlu diperhatikan. Kalanya, Seringkali hubungan pertemanan tidak menjadi pilihan penting dalam prioritas kehidupan. Tapi waktu yang telah dilewati bersama kamerad jingga berhasil membuahkan perasaan dan kesan yang berupa rumah. Tempat untuk sekedar berteduh, bermain, bercerita, meminta minum/makan, menginap, atau tinggal itu terserah. Tapi saat disambut dan menyambut ketika di rumah itu sangat menyenangkan dan sangat dinantikan.

Menatap proses pendewasaan teman-teman kamerad jingga terlintas ingatan sebuah perjalanan dari masa ke masanya. Mengutip dari video Nol dan Sembilan yang bersuara “aku ingat, bahwa kami bukanlah para pemenang yang memilih tidur karena merasa segalanya telah berakhir. Aku ingat, kami adalah para pejuang ketika pertarungan akan selalu menjadi satu-satunya alasan untuk kami bertahan. kami tidak akan pernah menjadi mereka, kami bukan mereka”(Aulia I.,2014). Pada saat itu, teringat bahwa semua yang didapatkan dan dijalankan bukan berupa jalan lurus, tapi suatu karunia kami bersama dan menjalaninya dari masa Maroon Kebumian, Jingga Geodesi, Biru Geodesi, lalu kembali lagi kemasyarakat. Mimpi besar untuk meninggalkan jejak dan memperkuat “rumah” IMG-pun telah dilalui. Bermodalkan peduli dan percaya jejak tersebut cukup kuat untuk membawa kami menuju puncaknya.

Jika merasa gelisah menghadapi masa setelahnya…

Tak usah berburu-buru untuk mengucap “lalu apa selanjutnya?” bersinggah lah ke “rumah”, aku menantimu untuk berbincang. Tuangkan kopi atau teh di gelas lalu kita gelar tikar di pinggiran hutan pada sore hari dimana matahari meredupkan jingganya. Kau tau? Kita tidak berpisah mungkin hanya merantau untuk sementara, memberi ruang agar dapat kembali. Seperti makna kata pulang yang akan selalu mendefinisikan rumah setiap saat. Karena hakekatnya tujuan untuk berpergian jauh pada akhirnya adalah untuk kembali menuju rumah.

Semoga selalu diberi jalan untuk semua kamerad jingga’15. ***

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade