8 Level Kepribadian dalam Mengejar Hidup

Kamu ada di level yang mana?


Resume kajian Nouman Ali Khan: “8 Levels of Personality”


Ada 8 level manusia dalam mengejar hidup, yakni:

Level 1. Mengejar kebahagiaan (happiness)

Bagi masyarakat saat ini, mengejar kebahagiaan adalah hal yang sangat diagung-agungkan. Dan bahkan, banyak yang beranggapan menemukan kebahagiaan adalah misi terpenting dalam hidup.

Menariknya, Ustad Nouman Ali Khan menyatakan bahwa “mengejar kebahagiaan” adalah level terendah pengejaran kehidupan.

Pada prinsipnya, mendapati kebahagiaan sangatlah mudah.Seseorang dengan mudahnya bisa bahagia saat bermain games semalaman. Seseorang juga dengan mudahnya bahagia saat bisa bermalas-malasan dan bangun siang, saat hari libur. Tidak membutuhkan usaha keras untuk menemukan kebahagiaan.


Level 2. Mengejar kekerenan (cool)

Orang pada tahap ini, segala pikirannya dan apa yang dikerjakannya sangat dipengaruhi oleh penilaian orang lain. Contohnya adalah berpakaian mengikuti tren, karena ingin dianggap keren dan dipuj orang lain.


Level 3. Mengejar popularitas (popularity)

Mengejar popularitas juga merupakan fenomena yang banyak terjadi di masyarakat saat ini. Melalui media sosial, orang seolah berlomba-lomba untuk menjadi pusat perhatian. Bahkan orang tak malu lagi, jika menjadi populer meskipun dengan perbuatan senonoh dan cara yang kontroversial.


Level 4. Mengejar gengsi (prestige)

Nilai dirinya sangat dipengaruhi dengan jabatannya, almamaternya, tempatnya bekerja.


Level 5. Mengejar uang (money)

Otaknya terus bekerja, memikirkan bagaimana ya caranya untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya? Tidak pernah cukup. Tidak puas.


Level 6. Mengejar keunggulan (excellence)

Terus mendorong diri untuk bekerja lebih keras lagi, lebih keras lagi. Mendorong diri untuk menjadi pribadi yang uggul, baik itu di saat belajar, di tempat bekerja, saat latihan, dan dalam kondisi apapun.


Level 7. Mengejar dampak (impact)

Menyadari bahwa hidupnya di dunia berbatas waktu, dan ada hal besar yang harus dilakukan, yakni membuat dunia menjadi lebih baik. Dalam level ini, seseorang tidak befikir lagi pada kepentingannya sendiri, namun kepada dorongan yang lebih luas, yakni kontrisbusi di masyarakat.


Level 8. Mengejar kebenaran hakiki (ultimate truth)

Orang yang dalam level mengejar dampak, terutama ini yang bekerja di kerelawanan dan social enterprise, seringkali terpaku pada hasil nyata. Kampanye dianggap berhasil, jika mampu meraih banyak orang untuk ikut terlibat. Dan gagal serta patah semangat, saat ternyata hanya sedikit yang berpartisipasi.

Nabi Nuh berdakwah hingga usianya 950 tahun, namun pengikutnya sangat sedikit. Apakah dengan demikian dakwahnya gagal?

Kita selama ini memiliki definisi yang salah dalam mengejar hidup. Menilai dari parameter manusia yang hanya bisa mengukur sesuatu dari hasil, dan dari apa yang tampak di mata. Padahal yang Allah nilai dari seorang hamba adalah usahanya, seberapa besar kita mau berjuang.

Yuk, coba simak ayat berikut:

Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya (39). Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya (40). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna (41). Dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya segala sesuatu (42)
Q.s An-Najm: 39–42

Seseorang yang mengejar kebenaran hakiki, memaknai diri pada perjuangan proses. Cukuplah Allah yang menilai, yang penting saya terus berusaha. Inilah hakikat sejati kepribadian seorang muslim.



La yukallifulah nafsan ila wusaha (Q.s 2:280)

Allah tidak membebani seeorang melainkan sesuai dengan potensi yang ada dalam dirinya.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Faiza Fauziah’s story.