Keberain untuk menjadi dirimu sendiri.

Kuna
Kuna
Sep 9, 2018 · 2 min read

Baru berapa bulan kerja aku sudah merasakam pahitnya, kebosananku mulai menggumpal di dalam hati. Hingga sebelum berangkat bekerja aku merasa ada sesuatu yang menahanku untuk pergi bekerja bekerja kembali ke rutinitasku saat ini. Sebelum hari ini Aku mulai lari dari yang namanya kenyaataan untuk menerima kenyataan tersebut sampai hatiku terasa sesak, batuk mulai keluar dari dalam perutku menuju ke atas.

Orang tuaku selalu mananyakan keadaanku saat ini dan aku pun tidak bisa berbohong dengan apa yang aku rasakan saat ini. Hingga pada malam terakhirku di akhir pekan akan berakhir aku menceritakan semua kejadianku ke pada Orang tua tunggalku. Dia terus menyemangati dengan banyak kata-kata hingga berakhir pada tetesan air mata di tengah malam. Ibuku menyadari apa yang aku lakukan saat ini itu membuatku sakit kepala sampai akhirnya jatuh sakit. Aku menceritakan semua kejadianku ke dalam percakapanku saat bertelepon dengan ibuku. Berangkat pagi pulang malam itu yang selalu aku sesalkan saat ini.

Tidak hanya aku yang merasakan seperti ini. Teman satu teamku semua merasakan hal yang sama. Sebetulnya Ini merupakan sebuah pekerjaan yang menyenangkan jika kita mengetahui pekerjaan itu batasannya dan proses bisnisnya seperti apa. Namun karena selalu berubahnya proses bisnis dan tinggi ego masing masing membuat pekerjaan ini menjadi semakin sulit. Apalagi kalau setiap pertemuan tidak menghasilkan suatu keputusan yang tepat.

Sebetulnya aku sudah muak dengan ke egoan mereka. Mereka tidak mau merasa di salahkan oleh beberapa pihak. Mereka masih kukuh terhadap apa yang mereka inginkan, walaupun pekerjaan ini sudah menyalahi beberapa peraturan terdahulu. Sebetulnya jika project ini dimatangkan terlebih dahulu sebelum mereka melakukan launching mungkin akan menjadi project yang sempurna.

Apalagi aku menjadi seorang bawahan dari seorang atasan yang selalu mengupayakan klient dan tidak memikirkan keadaan yang bawahan itu salahku yang membuatku muak. Muak, mual, sakit dalam, dan sakit di luar.

Banyak teman -temanku yang bilang ‘Pekerjaanmu enak sih hampir tiap 2 bulan kau ada di hotel, makan enak, tidur enak…’ kata kebanyaakan orang yang tidak tahu keadaanku dan mereka sangat ingin menjadi sepertiku. Tidak banyak orang tau bahwa aku sebetulnya pekerjaanku ini berat. Hanya dia berumur 40 tahun yang yg tahu keadaan ku saat ini. Dia mendengarkan semua keluh kesahku. Dia juga memberikan saran tebaik untukku. Walaupun saran itu membuatnya menangis. Dia selalu membanggakanku namun aku hampir tidak pernah membahagiakan dia. Aku merasa bersalah kepadanya karena semua tanggung jawab ini aku pikul sendiri.

Mungkin pekerjaan ini tidak cocok denganku. Aku yang dulunya hanya bisa melihat youtube dan seorang yang hanya bisa pesimis dengan diriku ini. Aku berharap semua ini bisa lepas dariku dan aku tidak mengecewakan orang tuaku lagi.


Pekerjaan itu akan menyenangkan jika kau melalukan apa yang kau suka. Jangan sepertiku yang mengikuti air mengalir dan tidak tau kapan ada eek yang ikutan mengalir di dekatku. Pilihlah jalanmu mulai dari sekarang. Jangan hanya mengikuti di mana sungai it mengalir tapi pilihlah dimana sungai itu akan berhenti dan dimana sungai itu akan di saring. Ini semua merupakan kekesalanku tehadap apa yang aku terima saat ini. Jangan sepertiku yang tidak berani dengan keadaan.

    Kuna

    Written by

    Kuna

    Diam seperti kunang kunang yang sedang memakan tiang listrik