loper (lo pikir keren ) aja

seperti biasanya kehidupan harus penuh dengan petualangan, petualangan yang belum pernah aku alami sebelumnya, bagaimana bisa bayangkan saja hari ini berbagai peristiwa yang dialami memiliki berbagai keterkaitan yang malah membuat aku semakin mengiktikadkan diri bahawa kehidupan hanya untuk bermanfaat untuk sesama, untuk semua orang. bukan hanya kelompok kecil yang ada di sekitar saya, saja.

barusan saja Tim Cook memberikan sambutan saat MITClass of 2017, ucapannya yang sangat berkena bagi saya, adalah lakukan hal yang benar dan bermafaat bukan hanya untuk lingkungan di sekitarmmu tapi untuk semua orang. pendapat saya yang lain ada suatu pergeseran ekonomi dan tren pekerjaan yang harus diikuti banyak orang saat ini, bagaimana tidak mereka-mereka seperi mark zuckerberg, Steve Job, dan Bill gates mengalami permasalahan yang sama yakni tidak kelarnya sekoalh formal yang mereka lalui, mereka memang sudah melangkah lebih, dua atau tiga langkah didepan kita. coba bayangkan saja, saat ini setiap tahunnya jumlah pekerjaan tersedia di negara ini, hanya dapat menyerap beberapa persen saja dari angkatan kerja tiap tahunnya.

melirik soal pekerjaan yang harus di pilih saat ini apa? menganggur? menjadi orang kaya? atau menjadi orang bahagia? itu semua bagi saya adalah pilihan masing-masing orang. banyak mahasiswa yang justru menurut saya saat ini terkurung dengan kepragmatisan mereka. bukan saya sok, menggurui, namun saya hanya menuangkan apa-apa saja yang ada dalam pikiran ku saat ini.

tadi siang teman saya berkisah, bagaimana dia menempuh ujian akhir semester yang ia lalui, ia ketahuan mencontek? ia ketahuan minta jawaban teman? ia ketahuan di jokikan ? bukan, bukan itu ceritanya. jadi seperti ini cerita yang ia kisahkan, sembari saya mencoba mengingat-ingat kembali apa yang harus tuliskan disini.

temen ku ini menempuh pendidikan hukum di kampus yang sama dengan aku kini kuliah, maaf ini memang kenyataan yang terjadi.teman ku ini menceritakan bagaiamana kejamnya pendidikan. ujian yang ia tempuh hari ini ada beberapa mata kuliah , saya sama sekali tak teratarik dengan cerita berapa jumlah mata kuliah yang ia tempuh dalam ujian seharian ini. bagi saya itu sudah lumrah dan menjadi konsekuensi. hal yang menarik adalah temannya dia yang disergap oleh dua orang pengawas , tanpa basa-basi handphone yang di taruh didalam tempat pensil yang ia taruh di pangkuannya di srobot oleh dua orang eksekutor ruangan. dan kawanku mengisahkan bahwa yang mengambil hp dari kawannya itu adalah seorang asdos, sehingga tak lama kemudian sang dosen menghampiri ruangannya dan berkata secara kencang, “kalian kalau bawa hp buat ujian, kalian mau amil makul saya beberapa kalipun kalian tak akan lulus”.

suatu kesimpulan yang menarik yang di tarik oleh dosen ini secara gampangnya menghakimi bahwa mahasiswa ini telah melakukan dosa yang amat besar. hanya dengan membawa hand phone saja ke dalam tempat pensil yang di taruh di atas pangkuan. sebuah cara pikir yang menarik bu, eh btw aku ndak tau dosennya laki atau cewek.

lalu dahiku berkrinyut untuk mecari pertanyaan apa yang sebenernya terjadi di dalam ruangan itu, malah lucunya aku tanya berapa jumlah mahasiswa dari angkatannya dia sendiri. nah ada sesuatu yang begitu gamah di terka ketika sudah menyanyakan tentang jumlah angkatan, yakni jumlah yang lulus tiap tahunnya, dari perkiraanku sekitar 3/4 dari angkatannya sendiri bisa lulus tepat waktu, sehingga tiap taun saja bisa memproduksi ahli hukum sebanyak 300 an orang. ini angka yang cukup fantastis untuk bidang kajian yang selalu dinamis setiap waktunya.

dari data tiap tahunnya saja banyak angkatan kerja yang malah menjadi pengangguran dan belum produktif sama sekali. lalu setelah berkeringat untuk lulus lalu mereka-mereka ini harus tetap mencari apa yang mereka sebut kerja melalui kegalauan loper di sana dan sini setiap saatnya.

lalu idup gue ketemu lagi sama omongan yang masih sama intinya yaitu bikin kerjaan buat orang lain, apapun itu yang penting bisa bermanfaat buat orang banyak, nggak cuman orang yang ada di sekitar lo atau yang ada ntarnya jdi karyawan lo, tapi harus punya multiple effect entah itu value dari product yang lo bikin atau apapun, yang penting semuanya bisa bermanfaat buat banyak orang.

demikian curahan pikiran gue yang malah makin amburadul di medium yang gua buat ini.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.