Sudah Masuk Waktu Shalat?

Ketika berada di pesawat Garuda Indonesia
Waktu lokal Jakarta 03:15 AM
Waktu lokal Melbourne 06:15 AM
Jarak penerbangan yang sudah di tempuh 1048 KM
Apakah sudah masuk waktu untuk shalat subuh?

Sebuah Permasalahan Khusus atau Umum?

Mungkin ini tidak menjadi masalah ketika waktu penerbangan yang ditempuh cukup pendek. Tapi, bagaimana dengan penerbangan yang menempuh lebih dari 6 jam? Ditambah lagi dengan penerbangan di malam hari, atau perjalanan yang menempuh 3–5 waktu shalat.

Mungkin juga ini hanya berlaku bagi perusahaan penerbangan dari Indonesia, atau perusahaan penerbangan di negara lain yang ada umat muslim tinggal di sana.

Khusus atau umum, bergantung bagaimana kita -para penumpang- melihat dan memahami permasalah tersebut dari sudut pandang kita. Dan hal serupa untuk mereka -para perusahaan penerbangan. Memahami konteks.

Apa Yang Bisa Dilakukan?

Mari kita lihat dulu permasalahan di sisi penumpang:

  • Tidak adanya informasi waktu lokal di posisi pesawat berada.
  • Tidak adanya informasi jadwal shalat dari waktu lokal setempat.
  • Minimnya (nyaris tidak ada) layanan untuk mencari informasi kedua poin di atas dengan fasilitas, atau touchpoint yang tersedia di pesawat (internet, tv, pramugari/a).
  • Perangkat pribadi (laptop, smartphone, dll) yang tidak bisa digunakan selama penerbangan.

Kemudian permasalahan di sisi perusahaan penerbangan:

  • Membutuhkan sistem navigasi yang bisa beradaptasi dengan zona waktu secara berkesinambungan.
  • Mengimplementasikan sistem navigasi tersebut ke seluruh fasilitas, atau touchpoint ke seluruh, atau sebagian pesawat. Tidak hanya digunakan untuk pilot dan pramugari/a.
  • Mengintegrasikan sistem informasi waktu shalat ke dalam sistem yang digunakan di pesawat.
  • Biaya untuk melakukan 3 poin di atas.

Dalam kesempatan ini, saya tidak akan membahas bagaimana menentukan solusi dari permasalahan tersebut di atas. Karena solusi yang akan di ambil, akan disesuaikan dengan konteks permasalahannya.

Dampak dan Manfaat

Sekali lagi, dampak dan manfaat dari solusi atas permasalahan ini sangat bergantung dari konteksnya. Bisa dalam jangka pendek atau jangka panjang, dan sangat bergantung dari experience yang di desain oleh perusahaan penerbangan.

Mari kita lihat dari experience yang saya alami, ketika permasalahan saya tersolusikan :

  • Saya bisa tahu jam atau waktu setempat. Pasti.
  • Saya bisa memprediksi jam berapa saya harus shalat dari daftar jadwal sholat di waktu setempat. Pasti.
  • Saya bersyukur dengan hilangnya keraguan akan waktu sholat. Alhamdulillah.
  • Rasa syukur yang saya rasakan memberikan keberkahan bagi perusahaan penerbangan, karena membantu umat muslim dalam beribadah. InshaAllah.
  • Berbagi pengalaman ini ke sesama umat muslim secara khusus, dan juga ke orang lainnya secara umum. InshaAllah.
  • Akan menjadi prioritas ketika memilih perusahaan penerbangan. InshaAllah.

Karena mendesain sebuah experience tidak selamanya memberikan layanan ke sesama manusia, tetapi terkadang juga bagaimana memfasilitasi layanan untuk bisa memberikan manfaat yang lebih baik.