Tidak Setuju Untuk Setuju. Komitmen Dalam Sebuah Keputusan Tim

Di sebuah meeting dalam design sprint
“Bagaimana, apakah semua setuju dengan pilihan ini?”
“Setuju!”
Dan yang lainnya hanya menjawab dengan senyuman, sedikit anggukan.

Di setiap keputusan yang di ambil, tidak selamanya setiap orang di dalam sebuah tim memiliki suara yang sama. Dan apa yang sering terjadi? Salah satunya adalah tidak memberikan suara -setuju atau tidak setuju- dari keputusan yang di ambil. Bahkan buruknya, berkata setuju, tetapi tidak menjalani apa yang sudah disepakati.

Hal ini sangat mempengaruhi performansi tim tersebut, bahkan memberikan efek buruk terhadap produk atau layanan yang sedang dibangun bersama. Karena tim tidak berada dalam frekuensi yang sama.

We don’t have to be in same page.

Ini adalah kondisi yang wajar, dan baiknya ini justru harus terjadi. Agar tim lebih kritis terhadap keputusan yang di ambil. Lantas, bagaimana jika situasi ini terjadi di tim Anda, jika ada anggota yang -terlihat secara implisit- tidak setuju, atau bahkan Anda sendiri yang tidak setuju dengan keputusan tersebut?

Disagree Commitment

Nyatakan keputusan setiap anggota tim dengan terbuka, setuju atau tidak. Dan jika ada yang tidak setuju, catatlah hasil keputusan bersama dengan menambahkan poin tidak setuju. Tuliskan siapa saja beserta alasannya. Nantinya poin ini akan dilihat kembali di tahap selanjutnya, ketika keputusan sudah diimplementasikan.

Kedepannya, jika keputusan ini diimplentasikan dan bisa di-review, lihat kembali hasil kesepakatan dengan poin yang tidak setuju tadi. Diskusi dan analisa secara bersama-sama.

Benefit of Disagree Commitment

Co-operative bisa berjalan sesuai dengan fitrahnya. Karena pengertian co-operative sendiri adalah komitmen bersama untuk menjalani sebuah tugas dalam mencapai tujuannya.

Ketika ada anggota tim yang tidak ikut memberikan keputusan, kemudian juga tidak menjalani hasil keputusan, maka anggota tersebut tidak dalam kondisi co-operative.

Nilai lebih yang tak ketinggalan adalah, berarti kita mengapresiasikan semua suara, meskipun suaranya berbeda.

Changing the Culture

Menyuarakan ketidaksetujuan bukanlah hal yang mudah, apalagi dengan budaya ketimuran yang sangat memperhatikan perasaan orang lain. Butuh keberanian dan keterbukaan, baik yang menyampaikan maupun yang menerima.

Budaya ini bisa diterapkan secara perlahan. Lakukanlah dalam tim kecil, kemudian dokumentasikan atau jadikanlah case study yang bisa dibaca dan dipahami oleh tim lainnya. Dan tentunya, jadilah agent of change, agar budaya ini bisa diresapi secara bersama.

Like what you read? Give Hopy Familianto a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.