farah
farah
Nov 7 · 1 min read

Dalam hidup,
Ada alur yang harus dipahami.
Yang terus bergerak tanpa henti.
Proses yang terjadi, cukup dinikmati.

Tentang datang;
Yang sering tidak disadari waktunya.
Atau objek yang tidak bisa kita pilih dijatuhkan kepada siapa.
Entah kopi, semilir angin laut atau rerumputan di lapangan yang membawa.
Segala ekspektasi baik diinginkan, bahkan dijanjikan.
Diri dipenuhi harap, seakan kecewa itu fana adanya.

Tentang menunggu;
Mencoba segala kemungkinan
Dalam keabu-abuan antara kita.
Fase paling penuh uji, sungguh benci.
Bertahan, tapi terlalu sulit.
Beranjak, tapi sungguh tak ingin.
Menangis, tanpa ingin ada yang tahu.
Memeluk, apa yang ternyata terlalu jauh.

Tentang pergi;
Ada kalanya lelah tak bisa kita tahan.
Lelah yang sungguh, lelah yang tak berujung.
Mengakhiri segalanya dalam renungan.
"Apakah ini benar benar jalannya?"
Tertahan oleh memori yang tercipta
Terharuskan oleh kenyataan yang ada.
Tak ada benci, yang ada bersyukur
Tak ada marah, hanya lebih berbesar hati atas kecewa yang sekali lagi.
Membuat pilihan akhir paling sedih, pergi.

Tapi bila pergiku adalah inginmu, katakan.
Dan bila pergiku adalah pintamu, katakan.
Aku akan baik baik saja.
Sungguh, akan baik baik saja.

    farah

    Written by

    farah

    mencoba mengungkap sedikit dari sepersekian yang dirasa. semoga tersampaikan.

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade