Dalam hidup,
Ada alur yang harus dipahami.
Yang terus bergerak tanpa henti.
Proses yang terjadi, cukup dinikmati.
Tentang datang;
Yang sering tidak disadari waktunya.
Atau objek yang tidak bisa kita pilih dijatuhkan kepada siapa.
Entah kopi, semilir angin laut atau rerumputan di lapangan yang membawa.
Segala ekspektasi baik diinginkan, bahkan dijanjikan.
Diri dipenuhi harap, seakan kecewa itu fana adanya.
Tentang menunggu;
Mencoba segala kemungkinan
Dalam keabu-abuan antara kita.
Fase paling penuh uji, sungguh benci.
Bertahan, tapi terlalu sulit.
Beranjak, tapi sungguh tak ingin.
Menangis, tanpa ingin ada yang tahu.
Memeluk, apa yang ternyata terlalu jauh.
Tentang pergi;
Ada kalanya lelah tak bisa kita tahan.
Lelah yang sungguh, lelah yang tak berujung.
Mengakhiri segalanya dalam renungan.
"Apakah ini benar benar jalannya?"
Tertahan oleh memori yang tercipta
Terharuskan oleh kenyataan yang ada.
Tak ada benci, yang ada bersyukur
Tak ada marah, hanya lebih berbesar hati atas kecewa yang sekali lagi.
Membuat pilihan akhir paling sedih, pergi.
Tapi bila pergiku adalah inginmu, katakan.
Dan bila pergiku adalah pintamu, katakan.
Aku akan baik baik saja.
Sungguh, akan baik baik saja.
