Persetan label pesantren


Halo bukan halo,

Di tengah perjalanan menuju kota pahlawan ini aku merenung.tentang betapa rendahnya aku memaknai falsafah hidup.yang seharusnya bijaksana.

Dia berkata terus berkata “ mbak, kamu harus lakukan ini itu ini itu” banyak yah? Ekspektasi yang di gantungkam kepada aku? Masih di tempat yang sama aku menghela nafas. Bukan untuk mengeluh, tapi mengapa mereka tidak bisa untuk mengerti apa yang aku inginkan untuk sekali ini saja

Kau pikir aku masih barisan putih abu?

“Kamu loh lulusan pesantren, harusnya itu bukan menjadi masalah -

“wah mbak, jangan jangan suka ke dugem ya”

Terserah saja deh ya

Persetan dengan label pesantren, seharusmya aku bangga membawa nama ini

Karakter yang di bentuk karena sudut pandang positifnya.

Namun bisa hancur karena aku mengatakan ini

Persetan dengan label pesantren

Apa tidak bisa aku pergi bebas, telanjang lepas semua gelar yang melekat

Aku minta maaf, aku bukan seperti orang hang kau inginkan