Planologi adalah tujuan saya!!

Banyak sekali jalan yang dapat dilakukan untuk menempatkan diri sendiri pada posisi yang diinginkan, tapi terkadang pemikiran untuk menempuh jalan tersebut terhalangi oleh opini-opini dari oranglain sehingga pemikiran menjadi terbatas, itulah yang menyebabkan kenapa mereka terfokus pada satu arah saja dan tidak terpikirkan untuk mencari jalan yang baru dengan hasil yang sama. ketika hasil/posisi yang kita harapakan tercapai apakah itu akan membuat kita merasa puas?? Mungkin tentu saja, akan tetapi perasaan tersebut tidak akan bertahan lama dan pada akhirnya kita akan mencari pencapaian baru lagi dan lagi agar merasa kebutuhan kita tercapai. Oleh sebab itu saya berpikir untuk diri saya sendiri, sebenarnya apa yang benar-benar saya butuhkan? Dan untuk tujuan apa orang-orang mencari pencapaian baru dalam hidup mereka? Apakah demi sebuah pengalaman, gengsi, atau ada hal yang lain? Atau mungkin kebahagiaan?! Kebahagiaan, ya saya rasa itu yang saya butuhkan.

Sewaktu kecil, saya selalu diberi manisan oleh paman saya ketika beliau pulang dari sekolah. Waktu itu saya sangat senang ketika menerima buah tangan pemberiannya, ketika saya meman manisan itu entah kenapa beliaupun tersenyum. Kemudian saya bertanya kepada paman saya “kenapa paman tersenyum?”, beliau menjawab “paman tersenyum karena melihat kamu terlihat sangat senang memakan manisan itu”. Dari percakapan itu saya berpikir bahwa untuk mencari sebuah kebahagiaan itu tergantung pada apa yang kita berikan, bukan pada apa yang kita peroleh. Dari situlah saya mengetahui kebutuhan dan juga tujuan hidup saya sendiri. Hal yang selanjutnya saya pikirkan adalah begaimana oranglain merasa bahagia karena saya, entah dari kata-kata, atau perbuatan yang telah saya lakukan. Sejujurnya karena saya bukan tipe orang yang suka banyak bicara seperti Naruto dengan Khotbah no jutsu-nya..mungkin setidaknya ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk menutupinya. Itu sebabnya saya sekolah dengan mengambil jurusan Planologi. Pada awalnya banyak orang yang menanyakan “kenapa harus planologi bukan arsitektur?”, pada akhirnya hanya bisa membalas pertanyaan mereka dengan sepercik senyuman saja karena saya akan mengatakan hal yang berbeda dari apa yang sebenarnya saya rasakan, tapi sebenarnya dalam hati saya yang tersembunyi saya ingin semua orang tau apa yang sebenarnya yang saya rasakan.

Meninggali tempat tinggal yang indah, nyaman, dan aman adalah impian dari semua orang karena dengan menempati tempat yang mereka sukai akan memberikan kebahagiaan bagi mereka, dan melihat mereka bahagia bisa membuat kita juga bahagia. Dengan planologi setidaknya saya bisa ikut membatu mewujudkan semua itu.