Suwardjoko “Purboadinegoro” Warpani — Planner Bergelar Kanjeng Raden Tumenggung dari Surakarta

Penulis,
Nama : Naufal Faris Muhammad
NIM :15417102
Suwardjoko “Purbadinegoro” Warpani adalah seorang yang berjasa dalam dunia perencanaan wilayah dan kota. Beliau telah menulis banyak buku, dan sebagian besar adalah buku tentang planologi. Warpani lahir pada tanggal 2 juni 1937 di Cilacap, Jawa Tengah, dan wafat pada tanggal 23 Februari 2016. Beliau memilik istri yang bernama Indrawati, dan dikaruniai 3 anak. Walaupun sekarang beliau dikenal sebagai pengajar dan penulis di bidang planologi, ternyata beliau pernah belajar di FMIPA UGM (1957–1960) sebelum beliau menempuh studi di ITB Jurusan Teknik Planologi (1963–1972). Beliau melanjutkan studi pascasarjananya di University of Sidney, Australia tentang Town and Country Planning. Hal ini menunujkkan bahwa beliau memang memfokuskan studinya di bidang keplanologian.
Sejak masih muda, beliau telah menunjukkan ketertarikannya pada budaya yang berkaitan dengan kraton Surakarta dan budaya Jawa, hal ini ditunjukkan dengan beliau yang mengikuti Himpunan Mahasiswa Budaya Yogyakarta selama beliau masih menempuh pendidikan di Universitas Gajah Mada, yang kemudian menjadi pelopor pembaruan kesenian Jawa di Jawa Tengah. Dan selama beliau berkuliah di Institut Teknologi Bandung, beliau mengikuti unit kegiatan mahasiswa yang juga berkecimpung di dunia seni budaya Jawa, yaitu Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan (PSTK), selain itu beliau juga aktif di kelompok Krida Beksa Utama (1962–1988). Bahkan setelah lulus dan mengajar di Institut Teknologi Bandung pun beliau menjadi pembina dari Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan tersebut (1984–2001).
Walaupun beliau sudah cukup disibukkan dengan hal-hal akdemis, beliau tidak pernah mengendurkan semangatnya dalam pelestarian budaya Jawa. Selain menjadi pembina PSTK ITB, beliau ketua Yayasan Seni Budaya Jawa, ketua Warang Taji, dan Yayasan Seruling Mas. Ia Juga bergabung dangan kelompok wayang orang Kusuma Budaya Jakarta. Berbagai kegiatan tantang oembinaan karawitan dan tarian jawa tak lepas dari perhatiannya. Lantaran peran dan pegabidannya dalam banyak hal yang menyangkut budaya Jawa di luar pusat kebudayaan tersebut, beliau mendapat julukan ‘Sesepuh Budaya Jawa’ di Bandung. Dan yang paling membanggakan adalah beliau mendapat gelar “Kanjeng Raden Tumenggung” dari Keraton Surakarta pada tahun 1994.
Dalam dunia perencanaan, beliau telah menerbitkan 10 buku yang berkaitan tentang Planlogi seperti Pariwisata dalam Tata Ruang Wilayah, Sistem Angkutan Negara Kepulauan Nusantara, Permasalahan Transportasi dalam Dasawarsa Mendatang, dan Analisis Daerah dan Kota, Pengeolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dsb. Buku-bukunya tentang keplanologian kebanyakan diterbitkan oleh Penerbit ITB. Karya-karyanya sekarang banyak menjadi sumber rujukan bagi perencana-perencana generasi sekarang. Pribadi penulis sendiri sudah melihat beberapa karya beliau untuk memajukan ilmu planologi Indonesia. Penulis sudah beberapa kali menggunakan karya beliau sebagai sumber referensi untuk karya ilmiah. Semoga perjuangan beliau baik dalam budaya Jawa maupun untuk planologi Indonesia bermanfaat untuk bangsa Indonesia ke depannya walau beliau sudah duluan meninggalkan dunia ini.
Sumber Referensi :
Sutarko. (2011). Pengabdian Suwardjoko dan “Suh” Budaya Jawa. From http://sutarko.blogspot.com/2011/04/pengabdian-suwardjoko-dan-suh-budaya.html
Probo, Eko. (2017). Free Download E-Book Transportasi. From https://ekoprobo.wordpress.com/2017/02/16/free-download-e-book-transportasi/