Karya

Jum’at, 21 Oktober 2016.
Hari dimana semua planning menjadi kacau, kelas yang tiba tiba ditiadakan, dan launcing kepanitiaan yang tiba tiba di cancel, alhasil agenda pun yang udh tersusun hari itu jd kacau.

Singkat cerita karena gak ada kegiatan, aku akhirnya pergi membantu temanku yang sama sama berasal dari kota Bandung untuk menemui manager band indie beraliran folk dari Malang bernama “pagi tadi”. Rencananya band ini akan mengisi acara dies natalis salah satu fakultas di kampusku.
Ya masih asing memang ditelinga para penikmat musik. Kita memutuskan untuk bertemu di cafe sekitar daerah dieng, Malang. Sesampainya disana cafe yang terlihat seperti warnet ini cukup menyeramkan apabila dilihat dr luar hehe.

Sesampainya disana kita memutuskan untuk masuk dan ternyata manager band tersebut sudah berada dilokasi. Singkat cerita kita saling berkenalan dan memulai obrolan serius mengenai fee yang ditawarkan.

Ternyata eh ternyata band tersebut tidak memiliki manager, melainkan saya bersama rekan saya berbicara langsung dengan vokalis band tersebut, kami tidak menyangka beliau adalah vokalis band tersebut.

Beliau bernama julius, seorang yang humble, open minded, rendah hati, dan puitis. Ya! tebak apa yang terjadi selanjutnya, seluruh personil ternyata ada di cafe itu, mereka akan berlatih untuk acara on air di salah satu radio swasta di kota Malang. Akhirnya kita berkesempatan menyaksikan mereka langsung dan terkagum kagum oleh permainan gitar juga kontra bass yang menghidupkan suasana cafe.

Mas julius pun bercerita mengenai asalmuasal berdirinya band ini dan bercerita mengenai bagaimana beliau bisa memainkan berbagai macam intrument musik. Masnya ini adalah pengajar sekolah musik di kota Malang, dengan keahliannya beliau merupakan anggota orkrestra dan berprofesi sebagai pengajar dibidang seni.

Perbincangan pun berlangsung alot dan membahas banyak kasus sosial dimalang, mas julius yang aktif dalam kegiatan konservasi ini memiliki niat yang sangat mulia. Setiap pembelian CD album mereka, kita ikut menyumbang pembelian biji pohon trembesi untuk ditanam. fyi pohon trembesi adalah pohon penghasil oksigen terbanyak.

beliau, berkata.. “ya, dunia ini semakin padat.. bagaimanapun semakin tidak nyaman, dimalang pun lahan hijau udah gak ada, kita tua nanti untuk anak cucu kita harus tetap nyaman”.. singkat cerita pembicaraan pun semakin alot dan membahas mengenai karya mereka..

semua lirik dalam album pagi tadi, merupakan musikalisasi puisi, puisi yang dibuat oleh mas julius sendiri, pusi yang dibuat jam 4 pagi di ranu pane.. makannya namanya pagi tadi.. mas julius pun tertawa..

“pada akhirnya semua orang akan melupakan, bahkan cucu kitapun tidak akan ingat siapa leluhurnya. namun yang hanya bisa kita lakukan adalah berkarya.. paling tidak, karyanya masih bisa diingat..”

aku hanya tersenyum melihat mas yang satu ini, dengan semangat yang ia miliki, ia tetap berkarya dengan tulus..

yaks utuk kesekian kalinya aku tertampar secara tersirat oleh seorang yang rendah hati..

didunia ini tidak ada yang abadi, semua akan kembali menjadi tanah..
semua yang bernyawa, akan mati..

pelajaran yang sungguh berharga

“you can not doing something, by half”

ya beliau berkarya gak stengah stengah, benar benar memperhatikan aspek yang ada dalam berkarya..
dan tujuan dari berkarya itu bukanlah materil melainkan hanya menikmati dalam berproses dan menghasilkan suatu karya..

ironi memang. ketika kita melakukan sesuatu yang bertujuan untuk uang, uang memang dibutuhkan. tapi ketika orientasi kita adalah uang.. kita kehilangan semua yang ada disekeliling, dan bahkan hasil akhirpun tidak akan tercapai.. sebenarnya uang akan mengikuti apabila karya kita benar benar nikmat dan bagus untuk dipublikasikan..

memang harus bersungguh dan fokus pada apa yang kita perbuat, bukan apa yang akan kita dapatkan..

malam yang panjang, mendapatkan kesempatan berbincang dengan semua personil pagi tadi, bahkan melihat secara live penampilan mereka hanya hitungan 1 meter, dan anehnya kami yang diberi makanan padahal kami tamu.

“semua orang pasti akan melupakan, setidaknya karya kita masih bisa diingat abadi oleh penikmatnya” -julius (vokalis pagi tadi)

#mudaberkarya
#bersyukur